Budidaya Semangka

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman herba yang tumbuh menjalar dan banyak diminati oleh masyarakat di benua asalnya. Tanaman semangka berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika, kemudian menyebar ke negara Afrika Selatan, Jepang, Cina dan juga Indonesia. Terdapat berbagai varietas semangka yang dibudidayakan, namun hanya ada dua varietas yang ditanam di Indonesia yaitu semangka lokal (Semangka Hitam dari Pasuruan, Semangka Batu Sengkaling dan Semangka Bojonegoro) dan semangka hibrida impor.

Pembibitan Semangka

  1. Rendam benih semangka pada larutan pupuk organik cair 2cc/liter air selama 12 jam. Buang benih yang mengambang kemudian tiriskan.
  2. Benih diperam dengan tissue basah selama 1 sampai 3 hari. Setelah muncul kecambah benih siap disemai.
  3. Untuk perlakuan media semai, siapkan media tanam (campuran tanah ayakan : pasir = 2 : 1).
  4. Berikan soil treatment  50 gram untuk setiap 10 liter media. Soil treatment merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan alami, tujuan penambahan soil treatment  berfungsi untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap unsur hara dan air.
  5. Campurkan media sampai rata. Masukkan media ke dalam polybag, lalu siram media dengan larutan pupuk organik padat dengan dosis 1 sendok makan setiap 4 liter air. Media siap untuk digunakan.
  6. Rawat bibit semangka dengan melakukan penyiraman, penyemprotan bibit semangka dengan pupuk organik cair 2 cc/liter dimulai pada umur HSS.
  7. Bibit semangka siap dipindahkan umur 10-14 hari setelah semai.

Pengolahan Lahan

  1. Lakukan pembukaan lahan dengan cara mengairi lahan terlebih dahulu kemudian  diluku garu luku.
  2. Buat bedengan dengan lebar 6-8 m, tinggi bedengan 30-50 cm dan lebar antar parit 50 cm.
  3. Pengapuran dilakukan dengan memberikan dolomit 1000 m2 merata di atas bedengan :

pH : 4-5,dolomit sebanyak 150 kg – 200 kg

pH : 5-6, dolomit sebanyak 75 kg – 150 kg

pH : > 6, dolomit sebanyak 50 kg.

Pemupukan dasar (per 1000 m2) kebutuhan pupuk dasar makro ditebar secara merata. Kebutuhan pupuk organik cair 1 sdk makan (10 ml) peres yang dilarutkan dalam 20 liter air digemborkan merata pada bedengan sepanjang 10 m. Aduk pupuk tersebut secara merata dengan cangkul, lahan di leb (pintu keluar air ditutup). Diamkan selama 3 hari. Tutup bedengan dengan menggunakan mulsa. Lapisi mulsa bagian atas dengan jerami setebal 2-3 cm untuk tempat semangka merambat dan meletakkan buah. Diamkan selama 2 minggu. Lahan siap ditanami.

Penanaman Semangka

  1. Atur jarak tanam dengan titik tanam dari tepi 20 – 30 cm. Jarak antar lubang 1 – 1,5 m. Jarak antar lubang dalam barisan 1 m.
  2. Bibit semangka dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan pada umur kurang lebih sekitar 10-14 HSS.

Pemeliharaan Semangka

Pemeliharaan yang perlu dilakukan yaitu penyulaman, penyiraman, penyiangan, pengendalian HPT dan pemangkasan.

  1. Penyulaman dilakukan selama 3-5 HST.
  2. Penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, penyiraman sebaiknya dilakukan 2x pada pagi hari dan sore hari. Semprot zat perangsang tumbuh dengan dosis 2 cc/liter 7 HST. Ulangi interval 10 hari sekali.
  3. Lakukan penyiangan seperlunya, apabila ada gulma yang tumbuh segera dicabut agar tidak menyedot nutrisi tanaman utama.
  4. Pengendalian hama dan penyakit tanaman juga perlu dilakukan saat diserang oleh HPT, adapun hama yang sering menyerang tanaman semangka yaitu thrips, ulat perusak daun, tungau dan ulat tanah.
  5. Pemangkasan perlu dilakukan tujuannya untuk pengaturan cabang primer. Pelihara 2-3 cabang primer tanpa memotong cabang sekunder. Ujung cabang sekunder dipangkas kurang lebih 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buahnya harus dipotong. Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 4 kali, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel pemupukan Semangka.

Macam Pupuk

Dasar Susulan 1  (14 HST) Susulan 2 (30 HST) Susulan 3 (45 HST) Susulan 4 (60 HST) Total Pupuk

Keterangan

ZA

85

50 100 150 150 535 Total Pupuk Makro = 1040 kg

TSP

130

85

215

KCL

85 50 75 50 30

290

Pupuk Organik Cair 10 botol 3 botol 3 botol 2 botol 2 botol 20 botol 1 btl = 500 gr
Zat perangsang tumbuh

Disemprot 2 cc/liter setiap 10 hari sekali

1 btl = 100 cc

Penyeleksian buah dilakukan dengan cara pilihbuah yang cukup besar, terletak 1 hingga 1,5 meter dari perakaran tanaman. Dalam satu tanaman dipelihara 2 buah (sisanya dirempel). Calon buah yang beratnya mencapai 1,5-2 kg mulai sering dibalik guna meratakan warnanya. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan seperti pada umumnya, penyemprotan insektisida apabila diserang oleh hama, penyemprotan fungisida berfungsi untuk mengendalikan serangan jamur sedangkan penyemprotan bakterisida untuk mengendalikan serangan bakteri.

Panen

Buah semangka siap dipanen saat umur 70-100 HST, dengan ciri-ciri yang dapat dilihat dari kenampakan visualnya, kulit buah halus, tangkai buah menguning, jika diketuk dengan jari tangan buah semangka akan menggema. Dalam pemanenan, buah semangka dipetik beserta tangkainya. Sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak berawan sehingga permukaan kulit buah semangka dalam keadaan kering, sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Leave a Reply