Budidaya Anggrek

Anggrek (Orchidaceae) merupakan tanaman berbunga yang memiliki kelopak bunga yang indah dan berwarna warni. Tanaman ini hidup menumpang atau menempel pada pohon lain, tetapi bukan termasuk tanaman parasit. Anggrek mampu hidup mandiri dari embun dan udara yang lembab. Jenis anggrek yang banyak dibudidayakan  adalah genus Dendrobium, Cattleya, Phalaenopsis, Oncidium, dan Vanda. Jenis anggrek ini banyak disukai oleh sebagian besar penduduk Indonesia terutama kaum hawa.

Di berbagai negara, tanaman ini di manfaat sebagai obat, ramuan dan bahkan dijadikan olahan makanan. Dengan memelihara bunga anggrek sebagai tanaman hias di rumah, hal ini dipercaya dapat menghilangkan polusi serta efek racun yang terbawa oleh udara. Sehingga menciptakan lingkungan yang  bersih dan nyaman.

Persiapan Pembibitan

Pilih bibit anggrek yang sehat dan unggul menggunakan mikroskop atau dengan kasat mata dengan memilih biji berwarna kuning-kecoklatan. Anggrek yang sehat memiliki bentuk batang yang kuat, pertumbuhan pesat, memiliki daun yang subur serta bunga yang lebat.

Setelah pemilihan biji dilakukan, maka tahapan selanjutnya yaitu melakukan pensterilan biji sebelum di semaikan. Penyemaian dilakukan dalam botol, toples, gelas khusus, atau bisa juga dalam lemari kaca. Tetapi biasanya persemaian dilakukan dalam botol bening seperti yang banyak dijumpai dipasaran. Media yang paling sering digunakan yaitu agar-agar yang telah diberi unsur hara dan nutrisi secukupnya.

Mengapa biji anggrek tidak dapat ditanam pada media biasa ?

Ini karena biji anggrek tidak mempunyai lembaga atau cadangan makanan. Oleh karena itu, biji anggrek harus disemai pada media yang mengandung unsur hara yang bisa segera diserap oleh benih anggrek yang akan tumbuh. Pada anggrek terdapat protocorm, yaitu suatu jaringan yang terdapat pada biji anggrek, dimana akar, tunas, dan batang tidak dapat dibedakan. Protocorm ini dapat tumbuh menjadi kecambah asal tersedia cukup nutrisi untuk kebutuhannya.

Penanaman

Penanaman dilakukan dengan menggunakan pot plastik yang diberi lubang tambahan. Tujuan dari penambahan lubang pada pot yaitu agar tanaman dapat mendapat sirkulasi udara yang baik sehingga dapat tumbuh optimal.

Karakteristik media yang baik digunakan yaitu dapat mengikat air dan unsur hara serta tidak mudah menjadi sumber penyakit.  Media yang sering digunakan yaitu akar pakis, arang, sabut kelapa dan bisa juga dengan campuran dari ketiganya.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan menyemprotkan pada daun dan akar.  di pagi atau sore hari sebelum tanaman disiram.  Pemupukan menggunakan pupuk NAMIRA (pupuk cair khusus anggrek) dengan dosis setengah sendok teh per liter air.

Untuk memacu pertumbuhan akar, tunas baru, dan bunga, maka perlu adanya penambahan pupuk HORTIND (pupuk cair). Penyemprotan dilakukan pada batang daun dan akar dengan dosis setengah sendoh teh per liter.

Pemeliharaan

Pemeliharaan terhadap anggrek dilakukan dengan penyemprotan pestisida atau fungisida agar tanaman terhindar dari berbagai serangan hama dan penyakit. Hama yang sering muncul pada anggrek yaitu belalang daun, kumbang gajah, dan kutu putih. Sedangkan untuk penyakit yaitu busuk akar-daun yang disebabkan bakteri dan jamur, serta daun bunga kriting  oleh virus.

Leave a Reply