Budidaya Bawang Daun Dalam Polybag

Cara menanam bawang daun dalam pot atau polybag tidak jauh berbeda dengan budidaya di lahan terbuka. Jenis benih yang ditanam dan pupuk yang diperlukan relatif sama. Hanya saja jenis media tanamnya berbeda sehingga memerlukan perlakuan khusus.

Penyiapan Bibit

Untuk media semai gunakan campuran tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2 : 1. Siram media semai dengan larutan Pupuk Organik Padat dosis 2 gram per liter air sampai jenuh. Penyemaian dilakukan dengan menyampur benih dengan abu atau pasir halus kemudian ditabur pada nampan semai secara merata dan tidak menumpuk, tutup dengan tanah tipis, siram secukupnya dengan handsprayer. Tutup nampan dengan plastik agar kelembaban tetap terjaga. Setelah berkecambah ± 7 HSS (Hari Setelah Semai) tutup plastik dibuka. Bibit siap pindah tanam setelah mempunyai daun 2 – 3 helai.

Jika perbanyakan dengan anakan, persiapan bibit dengan memilih tanaman indukan yang sehat, yang telah berumur 2,5 bulan. Anakan dipisahkan dari tanaman induknya, perakaran dikurangi dan daun dipotong sebagian untuk mengurangi penguapan.

Media tanam pot atau polybag terdiri dari tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1, atau tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Beri pembenah tanah sebanyak 0,025gr/polybag dan dolomit 1,05gr/polybag. Pemberian pupuk dasar per tanaman berupa Pupuk Organik Padat 0,0025gr/polybag, ZA 0,025gr/polybag, NPK 0,05gr/polybag. Disiram hingga lembab dan dibiarkan selama 1 minggu, media dalam polybag siap ditanami.

Penanaman dan Pemeliharaan

Buat lubang tanam pada pot atau polybag yang telah disiapkan. Dalam lubang tanam sekitar 10 cm. Masukan bibit tanaman, satu wadah untuk satu tanaman. Posisi tanaman tegak berdiri. Kemudian tutup dengan media tanam hingga kuat mencengkeram. Siram bibit tersebut agar tetap lembab.

Penyiraman dilakukan secara rutin dengan melihat kondisi media tanam. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan atau melihat pertumbuhan gulma di lahan, dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pemupukan susulan I umur 20 HST, per tanaman diberi pupuk berupa Pupuk Organik Padat 0,025 gr, Urea 0,05gr, ZA 0,05gr. Pemupukan susulan II umur 42 HST (Hari Setelah Tanam), per tanaman diberi pupuk berupa Urea 0,025gr, ZA 0,025 gr. Aplikasi pupuk makro dengan cara larikan sedangkan aplikasi Pupuk Organik Padat dengan cara disiramkan.

Pembumbunan dengan menaikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Penimbunan memberikan wama putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan kualitas yang prima. Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman.

Panen

Panen dilakukan pada umur 55 – 60 HST dengan mencabut semua bagian tanaman.

Leave a Reply