Budidaya Bawang Daun

Bawang daun (Allium fistulosum) merupakan jenis sayuran yang sering dijadikan bumbu atau bahan penyedap masakan. Bentuk daunnya bulat panjang, berongga seperti pipa. Ujungnya meruncing sedangkan pangkalnya padat berwarna putih. Pada jenis yang lain seperti Allium porum bentuk daunnya pipih seperti pita.

Ternyata bawang daun tidak hanya sebagai pelengkap makanan, namun juga berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Kandungan zat besinya mampu meningkatkan produksi darah, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit anemia. Allicin seperti senyawa belerang pada bawang daun mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan polisulfida mampu melindungi jantung atau mempertahankan kadar kolestrol baik dalam tubuh. Tanaman yang kaya vitamin K ini juga sangat penting menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.

Penyiapan Bibit

Jika perbanyakan menggunakan biji, kebutuhan benih 1,5 – 2 kg/ha. Untuk media semai gunakan campuran tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2 : 1. Siram media semai dengan larutan Pupuk Organik Padat dosis 2 gram per liter air sampai jenuh. Penyemaian dilakukan dengan menyampur benih dengan abu atau pasir halus kemudian ditabur pada nampan atau bedeng semai secara merata dan tidak menumpuk, tutup dengan tanah tipis, siram secukupnya dengan handsprayer. Tutup nampan dengan plastik agar kelembaban tetap terjaga. Setelah berkecambah ± 7 HSS tutup plastik dibuka. Bibit siap pindah tanam setelah mempunyai daun 2 – 3 helai.

Jika perbanyakan dengan anakan, kebutuhan stek 200.000 batang per ha. Persiapan bibit dengan memilih tanaman indukan yang sehat, anakan dipisahkan dari tanaman induknya, perakaran dikurangi dan daun dipotong sebagian untuk mengurangi penguapan.

Pengolahan lahan

Pengolahan lahan dengan menebar pembenah tanah dengan dosis 5 kg/1000 m dan dolomite 10 kg/1000 m. Lahan diluku dan digaru dalam kondisi lembab dan didiamkan selama 1 minggu.

Penanaman 

Benih di tanam dalam bedengan dengan ukuran lebar 80 – 100 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm dengan panjang bedeng sesuai kondisi lahan. Pemupukan dasar untuk luas lahan 1000 m berupa Pupuk Organik padat 0,5 kg, ZA 5 kg, NPK 10 kg. Tebar pupuk makro di atas bedengan aduk merata dengan cangkul, kemudian siram dengan Pupuk Organik padat yang telah dicairkan dengan dosis 1 sdm per gembor (10 L) untuk 10 m panjang bedengan.

Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan secara rutin dengan melihat kondisi media tanam. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan atau melihat pertumbuhan gulma di lahan, dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pemupukan susulan I umur 20 HST, untuk luas lahan 1000 m berupa Pupuk Organik padat 5 kg, Urea 10 kg, ZA 10 kg. Pemupukan susulan II umur 42 HST, untuk luas lahan 1000 m berupa Urea 5 kg, ZA 5 kg. Aplikasi pupuk makro dengan cara larikan sedangkan aplikasi PO padat dengan cara disiramkan .

Penimbunan dengan menaikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Penimbunan memberikan wama putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan kualitas yang prima. Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman.

Panen

Panen Bawang Daun dilakukan pada umur 55 – 60 HST. Ciri-ciri bawang daun siap panen adalah jumlah rumpunnya mulai banyak dan sebagian daunnya sudah ada yang menguning. Panen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari dengan mencabut semua bagian tanaman.

Leave a Reply