Budidaya Bayam Merah

Bayam merupakan tanaman sayuran dengan nama ilmiah Amaranthus tricolor L. banyak menjadi pilihan bagi ibu di rumah untuk menyajikan hidangan bernutrisi di meja makan. Keunggulan nilai nutrisi sayuran bayam terutama pada kandungan vitamin A (beta-karoten), vitamin C, zat besi yang mampu mengatasi anemia (kekurangan darah). Selain itu kandungan hidrat arang bayam cukup tinggi dalam bentuk serat selulosa yang tidak tercerna. Serat yang tidak tercerna tersebut sangat penting peranannya dalam membantu proses pencernaan oleh lambung sehingga dapat mencegah segala bentuk gangguan lambung khususnya kanker lambung dan usus.

  1. Siapkan media tumbuh dari sekam dan tanah berbanding 1:2. Media tumbuh dibasahi dengan larutan pupuk organik padat secukupnya secara merata
  2. Semai biji bayam pada wadah semai bisa berupa polybag, kotak kayu atau kotak plastik. Kali ini benih disemai langsung dalam polybag yang ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm. Bila sebelumnya bibit di semai pada wadah tersendiri maka bibit siap dipindahkan ketika berumur 14-21 HSS (Hari Setelah Semai) atau daunnya berjumlah sekitar 4-5 helai.
  3. Penyemprotan Pupuk Organik Cair dilakukan pada umur 7 HST, 17 HST, serta pemupukan susulan umur 21 HST.
  4. Penyiraman, penyiangan gulma dan pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
  5. Bayam siap dipanen pada umur sekitar 20 HST (Hari Setelah Tanam) atau 22-30 HSS (Hari Setelah Semai). Panen dengan cara mencabut hingga akar bayam kemudian bersihkan akar bayam dan ditiriskan kemudian masukan box sayur dalam kulkas.

Pemupukan

Pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman kembang bulan dalam budidaya dapat dilakukan pemupukan:

Pupuk Organik Padat. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman kembang bulan

Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan 7-10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Gunakan dosis 2cc pupuk cair untuk 1 liter air yang disemprotkan pada daun atau batang mudanya.

Leave a Reply