Budidaya Beras Hitam

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) memiliki rasa yang enak, pulen dan wangi. Budidaya beras hitam dirasa penting karena dalam beras hitam mengandung berbagai mineral atau antosianin yang cukup tinggi sehingga tak heran jika beras hitam sangat bagus untuk kesehatan. Bahkan, menurut sejarah, pada jaman dulu beras hitam hanya boleh dikonsumsi oleh masyarakat Cina yang tinggal di istana (kerabat raja).

Khasiat beras hitam sangat baik untuk menjaga kesehatan serta mampu menangkal segala macam penyakit. Konon beras ini dapat mencegah berbagai jenis penyakit yang berbahaya. Beras hitam mampu melindungi tubuh dari serangan kanker dan membantu meningkatkan fungsi otak, karena mengandung antioksidan tinggi. Vitamin E yang dimiliki mampu menjaga kesehatan mata, kesehatan kulit dan meningkatkan imunitas. Selain itu, bahan pewarna makanan alami ini juga mampu menjadi pelindung kesehatan jantung, karena kandungan fitokimianya mampu menjaga kadar kolestrol sehat serta membantu menurunkan kolestrol jahat dalam darah.

Penyiapan Bibit

Jemur benih padi selama ± 1 jam, larutkan 1 tutup Pupuk Organik Cair dalam 5 liter air dan gunakan untuk merendam 3,5 kg benih padi. Rendam benih selama ± 12 jam dan buang benih padi yang terapung. Tiriskan benih padi, masukkan benih ke dalam karung yang telah dilapisi daun pisang dan tutup rapat, simpan di tempat lembab. Benih diperam selama 2-3 hari sampai benih mulai berkecambah. Benih berkecambah siap ditebar.

Persiapan media semai dengan menyiapkan lahan ukuran 20 m² untuk lahan 1000 m2. Gunakan pupuk makro Urea 0,135 kg setara ¾ gelas air mineral, NPK 0,34 kg setara 13/4 gelas air mineral, Dolomit 0,1 kg setara ½ gelas air mineral, Pupuk Organik Padat 0,025 kg setara 1 sendok teh. Pupuk urea, NPK, dolomit dan Pupuk Organik Padat dicampur kemudian ditebar merata ke lahan semai. Diamkan lahan ± 7 hari sebelum benih ditebar dan jaga kondisi media tetap lembab.

Pemeliharaan bibit dengan penyemprotan Pupuk Organik Cair dosis 2cc/liter umur 7 Hari Setelah Tanam (HSS), 14 HSS, dan 18 HSS diaplikasikan pada jam 07.00-10.00 atau sore jam 14.00-16.30 Jaga kondisi lahan semaian macak-macak (ketinggian air ± 1 cm) untuk pesemaian basah.

Pengolahan lahan dan pemupukan dasar

Pengolahan lahan dan pemupukan dasar dilakukan dengan dosis seperti tabel dibawah:

Jenis pupuk

Dosis pupuk (kg)

Total

(kg)

Dasar

Susulan 1

(21 HST)

Susulan 2

(35 HST)

Pembenah Tanah

5

5

Urea

1

1,5

1,5

4

NPK

7,5

11,25

11,25

30

Dolomit

8,5

8,5

Pupuk Organik Padat

0,5

0,5

1

Pupuk Organik Cair

Aplikasi secara semprot dosis 2 cc/L pada umur 7,17,27,37,47,57 HST

0,5 L

Pemberian pupuk dosis pupuk dasar untuk luas lahan 1000 m² ada pada tabel di atas. Diamkan lahan ± 1 minggu sebelum tanam, jaga kondisi air macak-macak. Lahan siap untuk ditanami dan diberikan lagi pupuk Urea 12 kg, NPK 24 kg, SP-36 18 kg, Dolomit 5 kg, Pupuk Organik Padat 0,5 kg. Semua pupuk kecuali Pupuk Organik Padat dicampur dan ditebar merata di atas bedengan. Siram bedengan dengan larutan Pupuk Organik Padat dosis 1 sdm per 20 liter air untuk 10 meter panjang bedengan, aduk merata dengan cangkul. Pengairan lahan dengan direndam sampai jenuh. Tutup bedengan dengan mulsa, diamkan selama 1 minggu dan lahan siap ditanami.

Penanaman 

Penanaman dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm, populasi per 1000 m² 1.600 tanaman (lahan efektif 70%). Umumnya cara penananaman padi hitam sebagai penghasil beras hitam sama dengan penanaman padi lainnya. Padi hitam memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan.

Pemeliharaan

Penyulaman dilakukan maksimal umur 7 HST, Penyemprotan Pupuk Organik Cair dosis 2 cc/L umur 7 (Hari Setelah Tanam) HST, 17 HST, 27 HST, 37 HST, 47 HST, 57 HST, 67 HST. Dosis pemupukan sesuai tabel diatas (luas lahan 1000 m²).

Panen

Panen harus memperhatikan waktu yang tepat karena akan mempengaruhi kualitas padi dan beras. Syarat-syarat panen 90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning, malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata, kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester.

4 Comments

  1. mhn maaf sblmnya….kenapa tdk menggunakan pupuk organik aja. atau sebaiknya jangan gunakan pupuk kimia sama sekali. dengan begitu bisa terjaga ke aslian padi organiknya.
    menurut sya …klo tanaman masih menggunakan pupuk kimia sekalipun sedikit…maka tanaman padi tersebut tdk bisa dikatan padi organik. sekarang ini kan sdh ada pupuk npk organik dan lengkap dengan unsur unsur mikro nya….. klo sya terlalu lancang sya mhn maaf dan sya tdk ada berniat mengajari apalagi menggurui orang yang sdh ahli. terimakasih wassalamkm wrwb. semoga sukses pertania organik di Indonesia agar indonesia bisa menjadikan para PETANI nya BANGGA dan MAKMUR . PARA PETANILAH PAHLAWAN KEHIDUPAN DAN KEMAKMURAN BANGSA.

  2. Bsa gak..klo saya beli untuk bibit barang sedikit…ya untuk sya coba tanam di pot dulu…sya berharap sangat bisa ya…….terimakasih.

    • Terimakasih reviewnya, akan tetapi kami tidak melayani bibit untuk padi. Semoga kita bersama bisa terus berinovasi

Leave a Reply