Budidaya Beras Putih

Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bergantung pada beras sebagai makanan pokok mereka. Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa permintaan beras di masyarakat akan sangat tinggi, tetapi pada kenyataannya hasil panen padi di Indonesia masih belum mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Ketidakmampuan Indonesia untuk memenuhi permintaan beras di Indonesia mungkin disebabkan oleh pengetahuan mengenai cara budidaya padi sawah yang masih minim di tingkat petani. Bertanam padi boleh jadi merupakan kegiatan turun-temurun yang sudah dilakukan sejak nenek moyang, tetapi dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, petani seharusnya bisa menerapkan sistem tanam yang lebih efisien and produktif sehingga kebutuhan pangan akan tercukupi dari produksi dalam negeri dan kesejahteraan petani pun akan semakin meningkat.

Beras sebagai sumber pangan kaya karbohidrat dihasilkan dari tanaman padi. Padi (Oryza sativa L.) dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur 19-270C, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4.

Penyiapan Bibit

Jemur benih padi selama ± 1 jam. 1 tutup Pupuk Organik Cair dilarutkan dalam 5 liter air untuk 3,5 kg benih. Rendam benih selama ± 12 jam dalam larutan Pupuk Organik Cair, buang benih padi yang terapung, tiriskan benih padi, masukkan benih ke dalam karung yang telah dilapisi daun pisang tutup rapat, simpan di tempat lembab. Peram benih selama 2-3 hari sampai benih mulai berkecambah (gondok). Setelah benih berkecambah, benih siap tebar.

Untuk penanaman benih, siapkan lahan pembenihan ukuran 20 m² untuk lahan tanam 1000 m2. Tebarkan pupuk makro Urea 0,135 kg setara ¾ gelas air mineral, NPK 0,34 kg setara 13/4 gelas air mineral, dolomit 0,1 kg setara ½ gelas air mineral, serta Pupuk Organik Padat 0,025 kg setara 1 sendok teh. Pupuk urea, NPK, dolomit dan Pupuk Organik Padat dicampur kemudian ditebar merata ke lahan semai. Diamkan lahan ± 7 hari sebelum benih ditebar, jaga kondisi air macak-macak (ketinggian air ± 1 cm) untuk pesemaian basah.

Setelah benih ditebar di lahan pembenihan, dilakukan penyemprotan Pupuk Organik Cair umur 7 HSS dan 14 HSS dosis 2 cc/liter. Aplikasi dilakukan pagi jam 07.00-10.00, atau sore jam 14.00-16.30. Bibit siap dipindah tanam pada umur 18 HSS (Hari Setelah Semai).

Pengolahan Lahan dan Penanaman

Pengolahan tanah dengan dosis pupuk dasar untuk luas lahan 1000 m² ada pada tabel. Luku garu I, kondisi air macak-macak (pintu keluar dan masuk air ditutup). Diamkan ± 1 minggu sebelum tanam, jaga kondisi air macak-macak. Luku garu II dilakukan 2 – 3 hari sebelum tanam, setelah itu lahan siap untuk ditanami.

Penanaman dilakukan setelah umur bibit 18 HSS, per titik tanam 3 bibit, dan jarak tanam (20 x 25) cm atau jarak tanam (25 x 25) cm antar baris 3 titik tanam, dengan jarak dalam baris 12,5 cm, dan legowo 50 cm. Penyulaman dilakukan sampai tanaman umur 14 HST (Hari Setelah Tanam). Penyemprotan PO Cair umur 7, 17, 27, 37, 47, 57 HST, dengan dosis 30 cc/tangki (14 liter), dan diaplikasikan pagi jam 07.00, atau sore jam 14.00-16.30. Pengendalian HPT menggunakan Insektisida, fungisida, bakterisida. Dosis menyesuaikan kondisi lapangan / serangan hama dan penyakit terhadap tanaman. Aplikasi : pagi jam 07.00-10.00, atau sore jam 14.00-16.30. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan dengan melihat kondisi gulma dilapangan. Pemupukan susulan I umur 21 HST, susulan II umur 35 HST. Dosis pupuk untuk luas lahan 1000 m ² ada pada tabel 1. Sedangkan untuk pengairan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman. Pada saat pengisian malai kebutuhan air lebih banyak

Tabel 1. Dosis pemupukan padi (luas lahan 1000 m²)

Jenis pupuk Dosis pupuk (kg) Total

(kg)

Dasar Susulan 1

(21 HST)

Susulan 2

(35 HST)

Soil treatmen 5 5
Urea 1 1,5 1,5 4
NPK 7,5 11,25 11,25 30
Dolomit 8,5 8,5
Pupuk Organik Padat 0,5 0,5 1

Catatan:

Dalam budidaya, kondisi air dipertahankan tetap macak-macak.
Tidak boleh ada air keluar dari lahan.
Penyemprotan hama dan penyakit disesuaikan dengan kondisi lapangan.
HPT : Hama Penyakit Tanaman.

Panen

Panen harus memperhatikan waktu yang tepat karena akan mempengaruhi kualitas padi adan beras. Syarat-syarat panen :

90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning.
Malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata.
Kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester

Leave a Reply