Budidaya Cabai Merah

Cabai merah (Capsicum annum L. ) merupakan komoditas yang hampir tak bisa dipisahkan dari masyarakat kita. Rasa pedas yang menjadi ciri khas cabai karena adanya kandungan capsicum pada cabai. Makin tinggi kandungan capsicum, makin pedas rasa cabai. Cabai merah dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi, pada lahan sawah atau tegalan dengan ketinggian 0-1000 m dpl. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai adalah yang berstruktur gembur, subur, banyak  mengandung bahan organik, pH tanah 6-7.

Pembibitan

Rendam benih dalam larutan pupuk organik cair 2 cc/L air selama 12 jam, buang benih yang mengambang. Benih ditiriskan dan dikecambahkan dengan tissue basah selama kurang lebih 3 hari. Setelah berkecambah, benih siap disemai.

Media semai berupa campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1. Tambahkan pembenah tanah 50 gram untuk setiap 10 L media. Campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai. Siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1 sdm/4 liter air. Media siap digunakan. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan penyiraman, penyemprotan pupuk organik cair dosis 2 cc/L, mulai umur 7 hss setiap 1 minggu sekali. Setelah bibit berumur 21 – 30 hss, bibit siap pindah tanam

Penyiapan Lahan

Setelah pembuatan bedengan kasar selesai tebar soil treatment dan dolomit secara merata, rapikan bedengan dan siram dengan larutan Pupuk Organik Padat dan Nutrisi Buah. Dosis pembenah tanah 50 kg/ha, dolomit 870 kg/ha, POP Pupuk Organik Padat dan Nutrisi Buah (1:1)10 kg/ha (dimana 10gr Pupuk Organik Padat dicampur dengan 10 liter air, siram untuk 5 m panjang bedengan). Kemudian bedengan ditutup dengan mulsa, disiram hingga jenuh dan diamkan selama 3 hari, lahan siap ditanami

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit cabai ditanam dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm, Pemeliharaan dengan penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati maksimal 7 Hari Setelah Tanam (HST). Penyiraman dilakukan dengan sistem siram dan memperhatikan kondisi media. Perempelan dilakukan terhadap bunga pertama dan tunas air yang tidak produktif.  Zat Perangsang Tumbuh dilakukan interval 1 minggu dengan dosis 2cc/ltr.

Untuk memacu pertumbuhan bunga dan mencegah kerontokan ditambahkan kalsium dengan dosis 0,3 gr per tanaman dengan interval 2 minggu sekali mulai 7 HST bersama dengan pemupukan. Jika memang sudah terserang bakteri atau tanda-tanda tanaman terserang bakteri, pada saat itu juga segera diaplikasikan bakterisida. Penyiangan dilakukan secara rutin dengan  melihat pertumbuhan gulma di lahan dan pemberantasan HPT dilakukan dengan penyemprotan dengan pestisida.

Pemupukan susulan dilakukan 20 kali aplikasi mulai 7 HST interval 1 minggu sekali. Pemupukan dengan dikocor dengan pupuk NPK 75kg/ha, Pupuk Organik Padat dan Nutrisi Buah (1:1) 0,5kg/ha. Pupuk yang akan digunakan direndam selama  ± 2 hari hingga pupuk larut, kemudian diencerkan dengan air untuk aplikasi di lapangan. Pembuatan larutan pupuk susulan dilakukan 2 minggu sekali untuk 2x aplikasi.

Panen

Panen mulai ±3 bulan setelah tanam, setiap 3 hari sekali. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.

Leave a Reply