Budidaya Jamur

Permintaan akan jamur kian hari semakin meningkat, tak heran semakin banyak pula masyarakat yang melirik usaha budidaya tanaman ini. Selain tidak membutuhkan lahan yang luas, budidaya jamur juga tergolong mudah. Media tumbuhnya mudah diperoleh dan juga murah, tidak hanya itu budidayanya tidak mengenal musim sehingga dapat meraup keuntungan sepanjang tahun. Pada umumnya terdapat 10 jenis jamur yang dikonsumsi di dunia namun hanya 6 yang telah dibudidayakan di Indonesia, salah satunya adalah jamur tiram (Pleurotus ostreatus).

Jamur tiram dapat mencegah penyakit darah tinggi, jantung, diabetes, dan cocok untuk mengurangi berat badan, karena mengandung vitamin C dan serat yang tinggi. Kandungan vitamin B dapat meningkatkan daya ingat, memperbaiki gangguan tidur, menyembuhkan antitumor, anemia dan mencegah kekurangan zat besi. Selain itu, kadar protein dan garam mineral dari jamur tiram presentasenya lebih tinggi daripada daging kambing.

Banyaknya manfaat jamur tiram serta budidayanya paling mudah diantara jamur lainnya, maka Jurus Tani akan memberikan tips mengenai budidaya jamur tiram secara sederhana.

Pembuatan Media Tanam

Buat media tanam dengan mencampur bahan dari serbuk gergaji, kapur, dedak dan air hingga merata. Tujuannya agar pertumbuhan miselium (tempat pembentukan spora dan sebagai alat untuk menyerap makanan) merata ke seluruh media. Media yang tercampur dengan baik akan menggumpal saat dikepal dan tidak mengeluarkan air ketika diperas. Lakukan fermentasi selama 2-5 hari. Fermentasi dilakukan untuk mengurangi kontaminasi mikroba liar dan membantu penguraian senyawa kompleks menjadi sederhana, agar lebih mudah diserap oleh miselium jamur.

Pengantongan dan Sterilisasi

Masukkan 0,5 kg media yang telah dibuat dalam plastik ukuran 1 kg. Padatkan media tersebut. Berikan kapas dan cincin baglog di atas media, sebagai tempat memasukkan bibit, kemudian tutup dengan karet. Lakukan sterilisasi. Jika suhu dibawah 100 OC sterilisasi dilakukan selama 4 jam dengan menggunakan kukusan biasa, sedangkan jika suhu diatas 121 OC sterlisasi hanya dilakukan selama 1 jam, namun menggunakan autoklaf. Autoklaf merupakan alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121 OC). Simpan log di tempat yang bersih, dan dinginkan selama satu hari.

Pembibitan

Proses inokulasi (penanaman bibit dalam media tanam) lebih baik dilakukan pada ruangan yang steril dan jauh dari tempat produksi. Usahakan memakai masker penutup mulut, untuk menghindari kontaminasi yang berasal dari uap mulut. Masukkan 2-5 sendok makan bibit dalam lubang cincin baglog atau bisa juga dengan menebarkannya diatas permukaan media hingga merata. Tutup kembali cincin baglog dengan kapas. Suhu yang dibutuhkan untuk proses inkubasi (masa pertumbuhan miselium hingga memenuhi media secara merata) yaitu 22-28 OC. Semakin stabil suhu dalam ruang inkubasi, miselium akan tumbuh semakin cepat dan merata. Inkubasi biasanya dilakukan selama 30-45 hari.

Pemeliharaan

Bagian atas baglog dibuka sebagai tempat keluarnya tubuh jamur. Suhu yang dibutuhkan sekitar 20-26 OC dengan kelembapan 80-90%. Penyiraman dilakukan 2-3 kali dalam sehari dengan menggunakan sprayer, hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan di luar rendah (kondisi lingkungan kering dan panas). Membuka ventilasi dilakukan saat kelembapan diluar tinggi, berfungsi untuk mengatur ketersediaan oksigen. Jika tubuh jamur sudah dewasa, kelembapan dikurangi sekitar 70-80% untuk menjaga tekstur jamur tidak lembek dan tahan lama.

Panen

Setiap jamur memiliki umur dan teknik panen yang berbeda-beda karena ada jamur yang memiliki siklus hidup pendek dan panjang. Setelah 5-10 hari cincin baglog dibuka, tubuh buah biasanya sudah mulai tumbuh. Jamur siap dipanen selang 3-4 hari setelah bakal jamur (primordial)  tumbuh. Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur beserta akarnya. Jangan sampai ada akar yang tertinggal, karena akan menyebabkan pembusukan media yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman selanjutnya. Panen kedua bisa dilakukan setelah 1-2 minggu setelah panen pertama. Satu baglog biasanya bisa berproduksi sekitar 0,5 kg dengan umur produktif 3 hingga 4 bulan.

Sumber pustaka : Aditya, Rial dan Saraswati, Desi. 2011. 10 Jurus Sukses Beragribisnis Jamur.  Bandung Penebar Swadaya.

Leave a Reply