Budidaya Jeruk Nipis dalam Pot

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman yang tergolong dalam buah-buahan. Tanaman yang juga dikenal sebagai jeruk pecel tersebar di Asia dan Amerika Tengah. Berbagai macam penyakit bisa disembuhkan dengan mengonsumsi tanaman ini. Salah satunya membantu melancarkan pencernaan, kandungan flavonoid mampu merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan sekresi cairan pencernaan, empedu dan asam. Vitamin C yang tinggi, mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu hanya dengan menghirup aromanya, dapat membantu mengurangi gangguan pernafasan dan mual. Tingginya serat larut dianggap mampu mengurangi terjadinya lonjakan gula darah yang menjadi risiko serius untuk pasien diabetes.

Pembibitan

Bibit jeruk nipis bisa diperbanyak secara cangkok maupun okulasi. Kedua cara tersebut merupakan metode yang paling sering diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Syarat bibit yang baik untuk budidaya jeruk nipis, bebas dari penyakit, sifatnya mirip dengan induk, diameter batang sekitar 2-3 cm, permukaan batang halus, memiliki akar serabut banyak. Bibit bisa dipindahkan pada pot setelah umur 2 bulan.

Penanaman

Media tanam yang digunakan untuk penanaman, media campuran tanah : sekam : kompos/serbuk gergaji = 2 : 1 : 1. Setiap 10 liter media dicampur dengan 40 gr pupuk NPK 15:15:15, ditambah dengan 5 gram dolomit dan 1 gram nutrisi buah. Media baru siap digunakan setelah satu bulan pembuatan. Pindahkan bibit yang berumur 2 bulan pada pot yang telah dilubangi untuk aerasi, dengan diameter 40 – 50 cm, kedalaman 60 cm. Letakkan bibit jeruk nipis tepat dibagian tengah pot yang telah diisi media tanam. Bibit diberi pupuk organik cair dengan dosis 5 ml (1 sdt). Aplikasikan dengan cara dikocor di sekitar batang tanaman. Namun, sebelum melakukan pindah tanam, hal yang perlu diperhatikan yaitu melakukan pengurangan akar, daun, cabang yang berlebihan dan pengaturan posisi akar agar tidak ada yang terlilit dengan akar lain.

Pemeliharaan

Pemeliharaan budidaya tabulampot dilakukan dengan cara penyulaman tanaman yang tidak tumbuh atau mati. Lakukan penyiangan dengan cara membersihkan rumput pengganggu.  Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari, tergantung kondisi tanah dalam pot. Jika tanah sudah cukup lembab, tidak perlu melakukan penyiraman lagi. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprot pestisida nabati. Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali pada media tanam. Dosis bisa dilihat pada tabel dibawah ini :

Diameter batang

(cm)

Dosis Keterangan
Makro NPK (15:15:15) (sdm)

Mikro Nutrisi Buah (sdm)

2-5 2-10 1-2 Pupuk NPK ditebar dalam parit di sekitar tanaman dan disiram larutan Nutrisi Buah
6-8 15-20 2,5-3
>10 25 3,5

Catatan : 1 sdm = 10 ml

Selain pemupukan pada media tanam, ada juga pupuk organik cair yang disemprotkan pada daun. Dosisnya 2 cc/liter air setiap 2 minggu sekali. Untuk merangsang pertumbuhan bunga, bisa dilakukan dengan cara pemberian zat perangsang tumbuh dengan dosis 2 cc/liter air setiap 2 minggu sekali. Diterapkan saat tanaman memasuki masa produksi. Pemeliharaan lain bisa dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan secara rutin, untuk membentuk tajuk pohon. Dilakukan saat tinggi tanaman sekitar 2 meter, hal ini diharapkan akan menumbuhkan tunas baru, pelihara 3-4 tunas yang akan menjadi tajuk pohon. Semakin banyak cabang, semakin banyak pula pertumbuhan daun, bunga dan buah.

Pemanenan

Buah yang kaya vitamin C ini bisa dipanen pada saat matang optimal, biasanya berumur 28-36 minggu. Sekitar 7-8 bulan setelah berbunga. Jeruk nipis bisa dipetik secara sederhana menggunakan gunting. Setiap pohon rata-rata bisa menghasilkan 300 hingga 400 buah per tahun.

Leave a Reply