Budidaya Kacang Tanah

Jenis kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan jenis kacang yang banyak ditanam di Indonesia dan dijakan olahan makanan. Komoditas kacang tanah merupakan kacang yang berbeda dengan kacang-kacangan yang berasal dari pohon.

Kandungan kacang tanah beragam mulai dari lemak, protein, karbohidrat dan vitamin lengkap serta mineral. Kacang tanah sering dijadikan tanaman tumpang sari bersama tanaman palawija lainnya seperti cabai, kacang panjang, maupun tomat.

Kacang tanah cocok di tanam saat musim kering atau curah hujan yang sedikit. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik diketinggian 50 – 500 mdpl dengan cahaya matahari yang cukup untuk pertumubuhan. Kondisi tanah kacang tanah tidak boleh terlalu lembab karena dapat mengundang jamur bagi biji kacang. Jenis tanah yang cocok untuk tumbuh adalah lempung berpasir, lempung liat, liat berpasir dengan pH normal. Unsur kalsium dalam tanah paling penting dibutuhkan oleh tanaman kacang untuk pertumbuhan dan produktifitas tanaman.

Persiapan lahan

Persiapan lahan dilakukan dengan pemupukan yaitu mencampurkan pupuk dasar untuk ditaburkan ke lahan secara merata di lahan. Kemudian dilakukan luku – garu dalam kondisi lembab.
a.Pupuk dasar untuk luas lahan 1000 m² berupa :
Pembenah tanah : 5 kg
NPK : 4 kg
Urea : 1 kg
Dolomit : 5 kg
PO padat : 0,5 kg

b.Pembuatan bedengan
Pembuatan bedengan langsung dilakukan setelah olah lahan
-Buat bedengan dengan ukuran lebar (3 – 4) m
saluran drainase dengan lebar (25 – 30) cm sedalam 20 cm
-Lahan dileb (pintu keluar air ditutup)
-Lahan didiamkan selama 1 minggu
-Lahan siap ditanami

Penanaman
Untuk penanaman maka dapat dibuat jarak tanam 15 cm x 30 cm. Kemudian buat lubang dan isi per lubang tanam 2 benih. Pengairan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman

Pemeliharaan
a.Penyulaman
Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh sampai dengan tanaman berumur 14 hst

b.Pengairan
-Pengairan dilakukan secara leb setelah pemupukan atau melihat kondisi lahan
-Saat menjelang pembungaan dibutuhkan air lebih banyak
-Menjelang panen pengairan dihentikan

c.Penyiangan
Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan atau melihat pertumbuhan gulma di lahan

d.Pemupukan susulan
Pemupukan susulan I umur 21 hst
Pemupukan susulan II umur 42 hst
Aplikasi pupuk dengan cara ditebar di sekitar tanaman (larikan)

e.Penyemprotan pupuk organik cair (POC)
-Penyemprotan pupuk dengan dosis 2 cc/L mulai umur 14 – 44 hst, setiap 10 hari sekali
-Aplikasi pada pagi hari atau sore hari saat cuaca cerah

f.Pembumbunan
Pembumbunan dillakukan bersamaan dengan pemupukan dan pada saat pembentukan polong

g.Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dengan penggunaan pestisida sesuai dengan jenis serangan hama atau penyakit yang ada

Panen
Panen dilakukan kurang lebih pada umur 100 – 110 hst
Ciri-ciri panen :
-Daun sudah menguning dan mulai mengering
-Polong sudah terisi penuh (keras jika dipijit dengan tangan)
-Alur pada polong sudah terlihat jelas

Leave a Reply