Budidaya Kakao

Tanaman Kakao (Cocoa) merupakan tanaman tahunan yang tumbuhnya bisa mencapai 10 meter. Namun karena dibudidayakan kakao hanya dibatasi hingga 5 meter, karena semakin tinggi tanaman justru tidak produktif. Bahan utama pembuat cokelat ini berasal dari hutan hujan tropis, Amerika Tengah. Kemudian menyebar di Indonesia tahun 1560, tepatnya di Sulawesi dan Minahasa. Saat ini kakao menjadi komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Kakao mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan menambah pengasilan dan devisa negara. Selain itu Indonesia menjadi negara penghasil terbesar ketiga di dunia.

Selain sebagai bahan utama pembuatan cokelat, kakao memiliki khasiat tersendiri bagi kesehatan tubuh. Kandungan flavonoid dalam kakao mampu menjadi antioksidan tinggi bagi tubuh, mampu mencegah dan melawan kanker serta menurunkan tekanan darah. Selain itu kakao juga berkhasiat untuk menghilangkan stress. Menurut penelitian di Universitas California, kakao mengandung molekul psikoaktif yang membuat pengonsumsi merasa nyaman. Beberapa kandungan lainnya seperti caffeine, theobromin methyl-xanthine dan phenylethylalanine dipercaya memperbaiki mood, mengurangi kelelahan hingga obat anti depresi.

Pembibitan

Pembibitan tanaman kakao bisa dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Kali ini Jurus Tani akan membahas teknik perbanyakan secara generatif menggunakan biji. Dibawah ini langkah-langkahnya :

  1. Ambil biji segar dan sehat atau biji bagian tengah, dari buah berkualitas.
  2. Pisahkan biji dari daging buah. Kemudian bersihkan dengan serbuk gergaji atau abu gosok.
  3. Semai di atas karung goni yang memiliki sirkulasi baik, selama masa perkecambahan karung goni harus dijaga kondisinya agar selalu lembab.
  4. Biji ditanam mengarah kebawah dan kurang lebih setengah dari biji harus tertutup tanah.
  5. Setelah 1 minggu kotiledon akan muncul.
  6. Pindahkan ke polybag ukuran 20 x 30 cm, yang telah diisi media tanah atau kompos dua minggu sebelum penyemaian. Campurkan 15 gram pupuk SP-36 ke dalam tanah.
  7. Berikan naungan sekitar 60-70% bisa menggunakan plastik UV atau daun kelapa. Bibit siap pindah tanam pada umur 4-6 bulan.

Pengolahan lahan

Sebelum melakukan pengolahan, lakukan pembersihan area lahan dengan menghilangkan gulma, semak belukar, maupun alang-alang. Pembersihan area lahan biasanya diikuti dengan tahap penanaman tanaman penutup tanah, untuk mempertahankan lapisan atas tanah, menambah kesuburan tanah dan mencegah pertumbuhan gulma. Tanaman penutup tanah biasanya adalah jenis kacang-kacangan yaitu Centrosema pubescens, Colopogonium mucunoides, Puerarai javanica atau Pologonium caeruleum. Kemudian lakukan pengolahan lahan secara mekanis. Selain itu, penanaman pohon pelindung juga sering dilakukan untuk mengurangi intensitas sinar matahari langsung. Namun, saat ini penanaman pohon pelindung sedang dikurangi secara bertahap, untuk mengurangi biaya, resiko hama dan penyakit, dan mengindari kompetisi air dan unsur hara.

 

Penanaman

Lakukan pengajiran di lahan. Tinggi ajir 80-100 cm, terbuat dari bambu. Ajir induk dipasang terlebih dahulu sebagai patokan saatpengajiran, lalu untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga memperoleh jarak tanam yang seragam. Tanam bibit yang telah berumur 4-6 bulan di lahan. Dua minggu sebelum penanaman, siapkan lubang tanam ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm tergantung ukuran polybag. Kemudian lubang ditutup dengan seresah.

Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada siang dan sore hari sebanyak 2-5 liter/pohon. Pemupukan diaplikasikan pada tanaman mulai dari tanaman muda hingga tanaman menghasilkan. Dosis pemupukan bisa dilihat pada penjelasan dibawah ini :

Tanaman muda (0 – 1 tahun)

1 sdm pupuk organik padat, ditambah 20 gr urea, 10 gr TSP/SP36, 10 gr KCL. Pemupukan diulangi 3 bulan sekali. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Penyemprotan pupuk organik cair dosisnya 2 cc/liter dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Tanaman Belum Menghasilkan ( 1 – 3 tahun)

5 sdm pupuk organik padat diencerkan dalam air secukupnya, kemudian diaplikasikan untuk 20 tanaman. Pemupukan diulangi 3 bulan 1x. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Penyemprotan pupuk organik cair dosis 2 – 4 cc/liter dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Tanaman Menghasilkan

Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik padat :

Umur Tanaman (tahun)

Dosis Pupuk (Sdm) Jml  Tanaman (batang) Interval aplikasi (bulan) Cara aplikasi

3 – 5

10 – 20 4 6 Pupuk ditebarkan disekitar tanaman

6 – 10

30 – 50 4 6
11 – 15 60 – 70 6

6

16 – 20 60 5

6

20 – 2 thn sebelum peremajaan 50 5

6

Catatan :

  • 1 sdm = 10 gr
  • Kebutuhan pupuk organik padat 10-15 kg/ha
  • Kebutuhan pupuk organik cair 10 – 15 kg/ha
  • Kebutuhan pupuk makro disesuaikan kondisi tempat.

Selain penyiraman dan pemupukan, pemangkasan juga perlu dilakukan secara intensif. Namun pemangkasan lebih ditujukan kepada tanaman yang belum menghasilkan (TBM), setelah 8 bulan agar pembentukan cabang seimbang. Pemangkasan bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tajuk yang seimbang dan kokoh, mengurangi kelembaban sehingga aman dari serangan hama dan penyakit, memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan, serta mendapat produksi tinggi. Pengendalian hama dilakukan dengan cara menyemprot pestisida nabati.

Pemanenan

Buah Kakao bisa dipanen ketika sudah masak, namun jangan terlalu masak. Caranya memotong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah.  Hal inibertujuan agar tidak merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga tidak terganggu. Ciri-ciri buah kakao masak ditandai dengan perubahan warna. Kakao muda warna hijau berubah menjadi kuning, sedangkan kakao muda warna merah berubah menjadi jingga. Rata-rata kakao bisa dipanen satu tahun sekali, sekitar 5-6 bulan setelah pergantian musim. Pemanenan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan pada siang hari.

Sumber pustaka :

Karmawati, Elna, et. al. Budidaya dan Pasca Panen Kakao. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2011/01/perkebunan_budidaya_kakao.pdf.

Agussalim, et. al. 2009. Petunjuk Teknis Budidaya dan Pasca Panen Kakao Mendukung Rencana Usaha Bersama Program Usaha Agribisnis Perdesaan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara. Departemen Pertanian.

Leave a Reply