Budidaya Kangkung Hidroponik

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) merupakan sayuran yang paling diminati oleh masyarakat. Biasanya sering diolah menjadi cah atau tumis kangkung. Tanaman ini berasal dari wilayah India kemudian menyebar ke wilayah Asia, Australia dan Afrika. Selain dimanfaatkan sebagai sayur, tanaman yang mengandung berbagai vitamin ini memiliki nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Salah satunya sebagai pencegah anemia, zat besi yang terkandung di dalamnya dapat merangsang produksi sel darah merah. Mampu mencegah penyakit diabetes, karena kangkung menghasilkan zat yang dapat menghambat penyerapan gula pada tubuh. Selain itu juga dapat menjaga kesehatan jantung. Vitamin A, C dan beta karotennya bisa mengurangi radikal bebas di tubuh (sebagai antioksidan) dan menjaga kesehatan mata.

Persiapan larutan Nutrisi

Nutrisi yang digunakan sebagai sumber makanan tanaman hidroponik adalah AB Mix. Nutrisi tanaman ini mengandung unsur hara yang beragam. Umumnya, nutrisi A dan B dilarutkan dalam 5 liter air. Setiap 1 liter air dicampur dengan 5 ml nutrisi A dan B. Larutan yang telah dibuat segera dimasukkan dalam konstruksi hidroponik.

Pembibitan

Pilihlah bibit kangkung yang berkualitas dan bebas dari hama penyakit. Bibit menjadi hal yang sangat penting diperhatikan, karena tanaman yang berkualitas berawal dari bibit yang berkualitas pula. Rendam benih ke dalam air selama 2-4 jam. Benih yang mengambang dibuang. Tiriskan dan semai benih yang berkualitas dalam campuran media tanam sekam dan cocopeat pada nampan.  Pembibitan kangkung dilakukan selama 5-7 hari.

Penanaman

Bibit yang siap tanam dipindahkan dalam media cincin baglog jamur, dengan cara meletakkan satu bibit diantara dua kain dakron (filter) yang dilengkapi dengan kain flannel. Kain flannel berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan menyerap nutrisi tanaman. Ada beberapa sistem dalam hidroponik, namun Jurus Tani akan memberikan tips penanaman kangkung hidroponik dengan sistem NFT. Sistem ini sering diterapkan di kalangan pecinta hidroponik. Selain mudah diterapkan, kelebihan lain dari sistem NFT ini suplay oksigen yang diperoleh tanaman lebih banyak dan pencampuran nutrisi tanamannya pun lebih merata.

Pemeliharaan

Lakukan penyulaman pada tanaman yang mati. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan cara membuang secara manual atau menyemprot pestisida nabati. Pengecekan nutrisi dilakukan secara berkala. Biasanya penambahan nutrisi dilakukan minimal 3 hari sekali.

Pemanenan

Seluruh tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik umumnya umur tanamnya lebih pendek dibanding budidaya secara konvensional. Tak terkecuali tanaman kangkung. Kangkung hidroponik umumnya dipanen sekitar umur 20-25 hari. Ciri-cirinya daun dewasa berwarna hijau tua dan melebar, bentuknya segitiga.

2 Comments

  1. Keren. Terimakasih info dan referensinya. Tulisannya sangat membantu !!

Leave a Reply