Budidaya Kecombrang

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu keluarga Zingiberacea yang asli Indonesia. Kecombrang sering dimanfaatkan bagian bunganya yang disebut sebagai torch ginger atau torch lily karena bentuk bunganya yang mirip obor serta warnanya yang merah memukau. Manfaat kecombrang sangat banyak antara lain sebagai bahan sayuran, bumbu penyedap berbagai macam masakan nusantara, menetralkan aroma amis pada ikan, kandungan antioksi yang bisa mencegah pertumbuhan kanker dan penuaan dini. Berguna sebagai deodorant alami sehingga orang terbebas dari bau badan yang kurang enak, sebagai anti mikroba, pengawet alami makanan, dan sebagai tanaman hias. Bunga kecombrang sebagai obat tradisional dimanfaatkan untuk penyakit seperti campak, sakit telinga, memperbanyak ASI, sebagai deodoran, pencuci darah dan luka.

Persemaian

Kecombrang diperbanyak melalui rimpang yang sudah tua. Rimpang yang terpilih sebaiknya memiliki 2-3 bakal tunas yang baik. Selain rimpang, kecombrang dapat diperbanyak melalui pemisahan anakan. Proses stek rimpang atau anakansebaiknya dilakukan menggunakan pisau yang tajam untuk mengurangi investasi penyakit akibat luka. Hasil stek dapat disemai untuk pertunasan atau ditanam secara langsung. Penyemaian dapat dilakukan selama 4-6 minggu dan secara rutin diberi air dan pupuk untuk meningkatkan pertumbuhan.

Penanaman

Penanaman kecombrang sebaiknya didahului dengan penggemburan untuk menghancurkan tanah dan membersihkan gulma, serta dibentuk bedengan dengan ukuran 90-100 cm dilengkapi drainase. Bedengan yang telah dibentuk lalu ditaburi pupuk kandang dan kapur lalu dibiarkan selama 2-3 minggu. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60×40 cm dengan masing-masing lubang diisi satu bibit rimpang atau anakan.

Pemeliharaan

Pemeliharaan kecombrang secara umum sama dengan tanaman lainnya, seperti dilakukan penyulaman pada bibit yang mati atau sakit, pengendalian HPT dilakukan secara mekanis dengan mencabut bibit yang terinfeksi, penyiangan dilakukan bersaman dengan pemupukan dan penggeburan, penyiraman dilakukan selama 5-7 hari sekali, pembumbunan guna memperkuat pertumbuhan tanaman selama 4 minggu sekali.

Pemupukan

Pemupukan dasar dilakukan 5 sampai 7 hari sebelum tanaman menggunakan pupuk organik padat kemudian dilanjutkan dengan pemupukan tambahan yang dilakukan pada 4, 8, 12 minggu setelah tanam, dengan cara membuat lingkaran disekitar tanaman dengan jarak 5-7 cm dari tanaman. Pupuk yang dapat digunakan berupa pupuk organik cair.

Panen

Tanaman kecombrang dimanfaatkan bagian bunganya untuk dikonsumsi. Panen pertama bunga kecombrang dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun. Bunga akan muncul dari bagian buku-buku rhizome. Bunga yang dipanen sebaiknya yang belum mekar atau kuncup bunga. Panen selanjutnya dilakukan setiap 4-6 minggu sekali. Hasil panen bunga kecombrang dapat diikat 5-8 kuncup bunga dan siap dipasarkan.

Sumber Pustaka

Salundung, J. 2015. Sirup Kecombrang Josani Aneka Rasa. (On-line). http://eprints.unm.ac.id/3312/1/09.%20Jokebet%20Ok%20%2875-83%29.pdf diakses 19 Februari 2019.

Susila, A. D. 2008. Budidaya Tanaman Honje atau Kecombrang (Etlingera elatior). (On-Line). https://vtechworks.lib.vt.edu/bitstream/handle/10919/68433/36 70_Budidaya_Tanaman_Honje_Kecombrang.pdfsequence=1 diakses 19 Februari 2019.

Leave a Reply