Budidaya Kedelai

Kedelai (Glicine max) menjadi salah satu tanaman pangan yang kaya akan kandungan gizi. Tak heran banyak masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan yang berbahan baku kedelai seperti tahu dan tempe. Tanaman ini merupakan tanaman asli yang berasal dari dataran Cina, pada abad ke-19 kedelai mulai menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, India, Australia, Amerika, Korea dan juga Indonesia.

Tanaman yang tergolong dalam palawija ini, mengandung nutrisi berupa protein, serat, lemak tak jenuh, dan kalsium, yang bermanfaat bagi kesehatan seperti melancarkan pencernaan, mencegah kanker usus besar, dan sembelit. Selain itu, kandungan seratnya mampu mempercepat pembuangan sisa makanan melalui sistem pencernaan. Selain itu, minyak kedelai menjadi sumber yang kaya akan asam lemak tak jenuh, sehingga berpotensi menurunkan kadar kolesterol dan resiko penyakit jantung.

Pengolahan Lahan

Tebar pupuk dasar makro, mikro dan pembenah tanah sesuai dengan dosis (lihat tabel 1.) Kemudian lakukan luku garu luku. Buat drainase dengan lebar 25-30 cm sedalam 20 cm. Lebar bedengan 3-4 meter. Lahan di leb (pintu keluar air ditutup). Diamkan selama 2 minggu, lahan siap ditanami.

Penanaman

Kedelai dapat dibudidayakan secara monukultur maupun tumpangsari, namun Jurus Tani akan memberikan tips menanam kedelai secara monokultur. Buat jarak tanam kedelai 30 x 20 cm. Setiap satu lubang tanam berisi 2 benih kedelai. Benih yang sudah diletakkan pada lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah.

Pemeliharaan

Penyulaman dilakukan apabila ada tanaman yang mati. Semprot pupuk organik cair dengan dosis 2-4 cc/liter interval 2 minggu sekali. Lakukan penyiangan seperlunya, apabila ada gulma langsung dicabut, atau menggunakan cangkul kecil. Penyiangan dilakukan dua kali, pada saat tanaman berumur 2-3 Minggu Setelah Tanam (MST) dan 5-6  Minggu Setelah Tanam (MST). Pemupukan susulan dilakukan 2 kali, pada susulan 1 dan susulan 2. Tanaman disiram atau jika perlu lahan di leb. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara menyemprot hama dengan pestisida nabati.

Tabel 1. Dosis dan interval pemberian pupuk 1 Ha Tanaman kedelai

Macam Pupuk Dasar Susulan 1

(3 MST)

Total

Keterangan

Urea 35 kg 50 kg 85 kg

Total Pupuk makro 400 kg

ZA 50 kg 65 kg 115 kg
SP-36 30 kg 30 kg
KCL 35 kg 50 kg 85 kg
Dolomit 85 kg 85 kg
Pupuk Organik Padat 10 botol 10 botol 20 botol 1 botol = 500 cc
Pupuk Organik Cair

Disemprotkan 2 cc/lt/2 minggu

10 botol 1 botol = 500 cc

*MST = Minggu Setelah Tanam

Panen

Kedelai siap dipanen pada saat seluruh daun tanaman menguning dan terlihat tua. Buah berwarna kecokelatan dan terlihat retak-retak. Umur panen kedelai ditentukan oleh varietas dan juga ketinggian tempat budidaya, umur panen di dataran tinggi berbeda dengan dataran rendah.  Pada dataran tinggi, kedelai bisa dipanen 10 – 20 hari lebih lama dibanding di dataran rendah. Namun pada umumnya kedelai dapat dipanen pada umur 75-100 hari. Cara pemanenan dapat dilakukan dengan menggunakan sabit gerigi atau mesin pemanen. Setelah dipanen, polong kedelai yang masih melekat pada batang dijemur.

Leave a Reply