Budidaya Kelengkeng dalam Pot (Tabulampot)

Salah satu tanaman buah yang biasa dijadikan tabulampot adalah kelengkeng dataran rendah. Ada beberapa hal yang menentukan dalam keberhasilan membuahkan tabulampot diantaranya adalah: benih, pot/wadah/tempat tumbuh, media pertumbuhan, teknik pemeliharaan, serta beberapa perlakuan lain.

Benih merupakan faktor yang penting dalam penanaman tabulampot. Beberapa varietas kelengkeng dataran rendah hasil introduksi dapat dijadikan tabulampot adalah; Diamon River, Pingpong, Kristalin dan aroma duren.

Budidaya Tabulampot

Syarat bibit Tambulampot Kelengkeng dari perbanyakan secara cangkok, okulasi, sambung pucuk dan sambung susu. Bibit sehat, bebas dari serangan hama dan penyakit. Berumur kurang lebih 6-12 bulan setelah waktu perbanyakan. Penanaman dalam media campuran tanah;sekam:kompos/serbuk gergaji= 2:1:1. Setiap 10 liter campuran media dicampur dengan 40gr pupuk NPK 15:15:15 + 5 gram dolomit + 1 gram  Nutrisi Buah. Media tanam sudah siap digunakan 1 bulan setelah pembuatan.

Pot yang akan digunakan minimal diameter 40 cm dengan kedalaman 60cm dan dilubangi pada dasar pot untuk aerasi. Isi pot dengan media sampai 1/3 tinggi pot. Tanam bibit buah tepat di bagian tengah pot. Tambahkan media tanam sampai kurang lebih 20cm dari permukaan pot. Siram dengan air secukupnya.

Perawatan dengan penggemburan media dilakukan ketika akan melakukan pemupukan atau melihat kondisi media (jika sudah terlalu padat). Penyiraman rutin dilakukan setiap 1-2 kali sehari tergantung kondisi media. Pemupukan melalui media dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

Tabel Dosis Pupuk

Diameter batang (cm) Dosis Keterangan
Makro NPK (15:15:15) (sdm) Nutrisi Buah (sdm)
2-5 2-10 1-2 Pupuk NPK ditebar dalam parit di sekitar tanaman dan disiram larutan Nutrisi Buah
6-8 15-20 2,5-3
>10 25 3,5

Catatan: 1 sdm setara dengan 10 gram

Pemupukan melalui daun dilakukan dengan menyeprotkan pupuk Pupuk Organik Cair. Dosis 2cc/liter air setiap 2 minggu sekali. Pemupukan dilakukan pada saat pembibitan atau pada saat pertumbuhan vegetatif (pertumbuhan cabang, tunas, dan daun)

Untuk merangsang pertumbuhan bunga dilakukan dengan penyemprotan Zat Perangsang Tumbuh pada saat tanaman mulai memasuki masa produksi, pada saat pertumbuhan generatif (pertumbuhan bunga dan buah). Dosis 2cc/liter air setiap 2 minggu sekali.

Pemangkasan tajuk tanaman Kelengkeng dilakukan jika diameter batang primer sudah mencapai 2 cm. Rumus batang 1-3-9 dan seterusnya. Pemangkasan terhadap cabang atau ranting yang kering, tunas yang mengarah ke dalam, cabang atau ranting yang terkena jamur, cabang yang sudah tua, atau bekas tangkai buah. Pemangkasan buah dilakukan terhadap buah yang terkena hama, penyakit dan atau memperbesar ukuran buah yang akan dipetik.

Penggantian pot (repoting) dilakukan seiring dengan pertumbuhan tanaman. Ukuran pot yang digunakan minimal mempunyai kedalaman 60cm agar pertumbuhan akar bisa optimal.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan melihat gejala di lapangan. Penyemprotan denga pestisida alami bisa dilakukan 10-14 hari sekali atau jika ada serangan.

Leave a Reply