Budidaya Kembang Bulan

Kembang bulan (Tithonia diversifolia) umumnya tumbuhan liar di tempat-tempat curam, misalnya di tebing-tebing, tepi sungai dan selokan, namun banyak ditanam sebagai tanaman hias karena warna bunganya yang kuning indah dan sebagai pagar untuk mencegah kelongsoran tanah. Tanaman ini banyak tumbuh tersebar di seluruh daerah Indonesia, terutama di Yogyakarta, umumnya dikenal sebagai tanaman insulin. Tumbuhan insulin ini banyak memiliki senyawa kimia yang berkhasiat dalam bidang-bidang kesehatan. Tumbuhan kembang bulan umum digunakan sebagai obat luka atau luka lebam, dan sebagai obat sakit perut kembung.Banyak juga digunakan sebagai obat lepra, penyakit lever, obat diabetes mellitus dan dapat digunakan sebagai penggugur kandungan

Persemaian

Kembang bulan dapat diperbanyak secara vegetatif atau generatif. Perbanyakan vegetatif menggunakan akar dan stek batang atau tunas, atau tumbuh tunas baru setelah dipangkas. Perbanyakan dengan stek lebih mudah dibandingkan dengan biji

Penanaman

Stek ditanam pada tanah lembab dan terlindung dari matahari. Panjang stek 20-40 cm, penanaman pada posisi tegak atau miring dan dimasukkan ke dalam tanah pada kedalaman 10 cm dengan jarak antarstek 10 cm. Tanaman Kembang bulan sebaiknya ditanam pada musim hujan untuk meningkatkan biomassa tanaman sehingga hasil fotosintesis tanaman lebih efektif.

Pemeliharaan

Kembang bulan tidak pernah dibudidayakan sehingga belum ada anjuran dosis pemupukan, jarak tanam optimal, dan pola penanaman untuk menghasilkan jumlah daun yang banyak.

Pemupukan

Pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman kembang bulan dalam budidaya dapat dilakukan pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik padat. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman kembang bulan.

Panen

Tanaman kembang bulan umumnya dimanfaatkan pada bagian daun dan batang. Daun digunakan sebagai antidiabetes, anti-virus, anti-malaria, liver, dan radang tenggorokan, serta penggunaannya sebagai bahan pestisida, karena mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, tanin, serta polifenol. Batang tanaman kembang bulan juga dapat digunakan sebagai kayu bakar karena mengandung lignin yang cukup tinggi

Sumber Pustaka

Amanatie, A., & Sulistyowati, E. (2015). Structure Elucidation of the Leaf of Tithonia diversifolia (Hemsl) Gray. Jurnal Sains dan Matematika Universitas Diponegoro23 (4): 101-106.

Lestari, S. A. D. (2016). Pemanfaatan Kembang bulan (Tithonia diversifolia) sebagai pupuk organik pada tanaman kedelai. IPTEK Tanaman Pangan11(1): 49-56

Leave a Reply