Budidaya Kendodong

Kedondong (Spondias dulcis Parkinson) merupakan tanaman buah berupa pohon. daging buahnya memiliki rasa yang manis, sedikit asam, daging buah yang tebal, renyah, berbiji kecil dan tidak mengandung banyak serat. Buah kedondong dapat dikonsumsi langsung dalam kondisi segar dan dapat diolah menjadi rujak, asinan, manisan dan dapat dijadikan selai. Tumbuhan ini dapat melengkapi kebutuhan vitamin C dan mineral. Kandungan vitamin C pada buah kedondong kira-kira 30 mg. Daun kedondong mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, dan tannin yang berperan sebagai antioksidan. Oleh karena itu, kedondong dimanfaatkan sebagai tanaman obat yaitu untuk mencegah kanker, penuaan dini, penyakit jantung, diabetes dan kolestrol karena mengandung antioksidan

Persemaian

Perbanyakan bibit kedondong dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Cara perbanyakan bibit kedondong secara generative yaitu menggunakan biji buah kedondong. Biji kedondong dipilih yang kondisinya bagus dan sudah berumur tua agar dapat tumbuh dengan baik. Cara perbanyakan bibit kedondong secara vegetative yaitu dengan menggunakan beberapa cara meliputi pencangkokan, stek batang, maupun okulasi batang tanaman kedondong. Penyemaian dilakukan pada tempat khusus dilengkapi dengan penutup sebagai naungan dan pagar dari kawat untuk melindungi bibit dari hewan. Media tanam penyemaian berupa tanah humus yang dicampur dengan pupuk kandang. Waktu penyemaian yang dibutuhkan untuk sebuah bibit kedondong yaitu sekitar 2 hingga 3 minggu.

Penanaman

Apabila bibit sudah berumur 2 hingga 3 minggu sudah dapat dilakukan pemindahan ke lahan. Sebelum ditanam persiapkan lahan dengan pengolahan tanah dan pemupukan. Kedondong bsa tumbuh di segala tempat dengan tanah mulai lempung hingga berpasir asalkan memiliki unsur hara yang mencukupi, memiliki curah hujan sedang, sinar matahario 80%, dan memiliki suhu udara sekitar 20°C-32°C. Tempat tanam yang digunakan untuk menanam kedondong dapat berupa polybag atau pot tanam berukuran besar dengan diameter sekitar 50 cm dan tinggi sekitar 50 cm. Setelah media tanam masuk, masukkan bibit kedondong dan atur akarnya hingga menyebar rata. Kemudian, masukkan kembali media tanam lalu lakukan penyiraman secara merata. Jika sudah, pasang tajuk dan ikat dengan menggunakan tali agar tanaman tidak bergerak.

Pemeliharaan

penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari pada tanaman kedondong yang baru ditaman. Jika ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik maka segera lakukan penyulaman dengan menggantinya dengan bibit yang baru agar tanaman tumbuh serempak. Penyiangan dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh organik, dan nutrisi buah organik. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman kedondong dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Keterangan dosis ditunjukan dalam tabel berikut:

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.
  • Nutrisi Buah Organik. Penggunaan nutrisi buah organik setiap satu bulan sekali. Larutkan pupuk ke dalam air secukupnya, sehingga dapat disiramkan di sekeliling batang tanaman. Untuk tanaman yang tanah kurang baik, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan atau sampai tanaman menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah itu lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali. Untuk dosis disesuaikan dengan diameter batang, seperti yang ditunjukan dalam tabel berikut:

Panen

Kedondong dapat dipanen setelah berumur sekitar 1-1,5 tahun setelah tanam. Ciri buah kedondong yang siap panen yaitu warna kulit buahnya sudah hijau tua dan sudah beraroma harum.

Sumber Pustaka

Anonim. 2017. Cara Mudah Menanam Kedondong dalam Pot/Polybag agar Cepat Berbuah dengan Benar. (On-line). https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-kedondong-dalam-potpolybag/ diakses 19 Februari 2019.

Lunga, N. dan Simonapendi, M. L. (2017). Inventarisasi Tanaman Pangan pada Pekarangan Masyarakat Lokal Papua di Distrik Heram, Kota Jayapura. JURNAL BIOLOGI PAPUA9(2): 43-48.

Mulyono, L. 2017. Cara Menanam Biji Buah Kedondong. (On-line). https://paranet123.com/tag/cara-menanam-biji-buah-kedondong/ diakses 19 Februari 2019.

Leave a Reply