Budidaya Kubis Merah Dalam Polybag

Sayuran yang termasuk family Cruciferous ini berwarna merah keunguan, dan memiliki segudang manfaat, diantaranya mampu menurunkan resiko berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat. Hal ini disebabkan karena kubis merah mengandung glucosinolates sehingga mampu mencegah kanker.  Selain itu kubis merah  atau kubis merah juga mampu menurunkan kadar kubisesterol dalam darah.

Konsentrasi anthocyanin polyphenols yang tinggilah yang membuat kubis memiliki warna merah. Jenis flavanoid inilah yang berfungsi sebagai anti inflamatori. Tidak heran kubis merah bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak hanya anthocyanin dan vitamin C, kubis merah juga memiliki kandungan vitamin lain yang menyertainya. Sebut saja serat, vitamin K, vitamin B6, potassium dan mangan, serta thiamin, riboflavin, folat, kalsium, zat besi, dan magnesium. Teknik bertanam kubis  merah pada dasarnya sama seperti kubis krop putih.

Intensitas cahaya lemah yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kubis merah sehingga memerlukan naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang membahayakan untuk pertumbuhan bibit. Stadia pertumbuhan memerlukan intensitas cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan. Tanaman kubis merah juga bisa dibudidayakan dalam pot atau polybag.

Perlakuan Bibit

Rendaman benih dengan pupuk organik cair 2 cc / liter selama  15 menit, tiriskan dan benih siap disemai. Semai bibit dalam wadah semai dengan media ayakan pupuk kandang halus dan tanah dengan perbandingan 1:2 atau 1:1. Letakkan di tempat yang cukup teduh. Penyiraman bibit setiap hari pada pagi dan sore hari tergantung cuaca. Bibit bisa dipindahkan ke tempat yang kena sinar matahari setiap pagi hingga pukul 10.00 dan sore mulai pukul 15.00. Diluar waktu diatas, cahaya matahari terlalu panas dan kurang menguntungkan bagi bibit. Pemupukan dengan larutan urea 0,5 gram/liter ketika bibit berumur 2 mg. Bibit siap pindah tanam setelah berumur 3 mg.

Penyiapan media dengan menggunakan campuran media. Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Pupuk dasar yang diberikan pembenah tanah 12,5 gr /polybag, pupuk organik padat 1,25 gram/polybag.

Penanaman dan Pemeliharaan

Gunakan polybag diameter 40cm. Lubang tanam dibuat sedalam 10-15 cm. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-10.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00.  Pemupukan susulan I dilakukan pada umur 7 – 10 HST (Hari Setelah Tanam) dengan dosis Urea 1 gram/tanaman, NPK 1 gram/tanaman, pupuk organik padat 0,1 gram/tanaman. Pemupukan susulan II dilakukan pada umur 25 – 30 HST, dengan dosis Urea 3 – 5 gram/tanaman, NPK 1 gram/tanaman, dan pupuk organik padat 0,1 gram/tanaman.

Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Untuk mencegah kekurangan unsur hara, semprotkan pupuk organik cair 2 – 4 cc / liter dilakukan mulai 7 HST interval 10 hari sekali. Penyiangan dilakukan terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hama yang paling sering menyerang adalah ulat plutella (Plutella xylostella L.) dikenal dengan nama ulat tritip, diamond  black moth atau hama bodas. Pengendalian menggunakan insektisida. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri menggunakaan fungisida dan bakterisida.

Panen

Kubis yang telah matang, ketika ditekan krop kubis sudah mengeras daun berwarna ungu mengkilap. Daun paling luar sudah layu dan besar krop kubis telah terlihat maksimal. Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik, petik menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan dilakukan pada bagian pangkal batang kubis.

Leave a Reply