Budidaya Kubis Merah

Kubis Merah termasuk family Cruciferous yang memiliki segudang manfaat, diantaranya mampu menurunkan resiko berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat. Hal ini disebabkan karena kubis merah mengandung glucosinolates sehingga mampu mencegah kanker.  Selain itu kubis merah  atau kubis merah juga mampu menurunkan kadar kubisesterol dalam darah.

Konsentrasi anthocyanin polyphenols yang tinggilah yang membuat kubis memiliki warna merah. Jenis flavanoid inilah yang berfungsi sebagai anti inflamatori. Tidak heran kubis merah bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak hanya anthocyanin dan vitamin C, kubis merah juga memiliki kandungan vitamin lain yang menyertainya. Sebut saja serat, vitamin K, vitamin B6, potassium dan mangan, serta thiamin, riboflavin, folat, kalsium, zat besi, dan magnesium. Teknik bertanam kubis  merah pada dasarnya sama seperti kubis krop putih.

Jumlah curah hujan yang dibutuhkan 80% dari jumlah normal. Intensitas cahaya lemah yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kubis merah sehingga memerlukan naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang membahayakan untuk pertumbuhan bibit. Stadia pertumbuhan memerlukan intensitas cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan. Tanaman kubis dapat hidup pada suhu udara 10-240C dengan suhu optimum 170 .

Pengairan yang cukup baik (irigasi maupun drainase), pH tanah 5-5,5 serta tanah yang lembab. Kubis merah tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 m dpl. Untuk varietas dataran  tinggi, dapat tumbuh baik pada ketinggian 1000-2000 m dpl.

Perlakuan Bibit

Rendaman benih dengan Pupuk Cair Organik 2 cc / liter selama  15 menit, tiriskan dan benih siap disemai. Lahan semai untuk benih diolah sedalam 30 cm lalu dibuat bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari arah utara ke selatan. Tambahkan ayakan pupuk kandang halus dan campurkan dengan tanah dengan perbandingan 1:2 atau 1:1. Penyiraman bibit setiap hari pada pagi dan sore hari tergantung cuaca. Pengatur naungan persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00 dan sore mulai pukul 15.00. Diluar waktu diatas, cahaya matahari terlalu panas dan kurang menguntungkan bagi bibit. Penyiangan dilakukan terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan bibit. Pemupukan dengan larutan urea 0,5 gram/liter ketika bibit berumur 2 mg. Bibit siap pindah tanam setelah berumur 3 mg.

Pengolahan  tanah untuk lahan tanam dengan digemburkan dan dibalik dengan dicangkul atau dibajak sedalam 40-50 cm, sisa-sisa tanaman dibersihkan. Bedengan dibuat dengan kedalaman 40 cm, lebar 80 -110 cm, panjang menyesuaikan lapangan, lebar parit 40 cm kedalaman parit 30 cm.

Pengapuran dilakukan dengan cara pemberian kapur atau dolomit sebanyak  300 kg/ha, diberikan secara larikan disamping barisan tanaman pada saat tanam. Pupuk dasar yang diberikan 5 kg/1000 m, Pupuk Organik Padat 0,5 kg/1000 m.

Penanaman dan Pemeliharaan

Jarak tanam pada lahan 50 x 50 cm. Lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam sedalam cangkul atau dengan ukuran garis tengah 20-25 cm sedalam 10-15 cm. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-10.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00.  Penjarangan dilakukan saat pemindahan bibit ke lahan, yaitu saat bibit berumur 6 minggu. Penyiangan dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan. Pemupukan susulan I dilakukan pada umur 7 – 10 HST dengan dosis Urea 5 kg/1000 m (1 gram/tanaman), pupuk makro 5 kg/1000 m, Pupuk Organik Padat 0,5  kg/1000 m. Pemupukan susulan II dilakukan pada umur 25 – 30 HST, dengan dosis Urea 10 kg/1000m (3 – 5 gr/tanaman), NPK 5 kg/1000 m, dan Pupuk Organik Padat 0,5  kg/1000 m.

Pengairan dan penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Untuk mencegah kekurangan unsur hara, semprotkan Pupuk Organik Cair 2 – 4 cc/liter dilakukan mulai 7 HST (Hari Setelah Tanam) interval 10 hari sekali. Penyiangan dilakukan terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hama yang paling sering menyerang adalah ulat plutella (Plutella xylostella L.) dikenal dengan nama ulat tritip, diamond  black moth atau hama bodas. Pengendalian menggunakan insektisida. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri menggunakaan fungisida dan bakterisida.

Panen
Kubis yang telah matang, ketika ditekan krop kubis sudah mengeras daun berwarna ungu mengkilap. Daun paling luar sudah layu dan besar krop kubis telah terlihat maksimal. Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik, petik menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan dilakukan pada bagian pangkal batang kubis.

Leave a Reply