Budidaya Kunyit

Kunyit (Curcuma domestica Val.) adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai rempah-rempah. Selain berfungsi sebagai bumbu dan pewarna masakan, kunyit juga memiliki beberapa khasiat, yaitu sebagai anti-inflamasi (peradangan), meningkatkan fungsi hati, perlindungan kardiovaskular, mencegah alzheimer, dan mencegah depresi. Kunyit juga memiliki kandungan mineral, minyak atsiri, serta berbagai zat lain seperti arabinosa, fruktosa, pati dammar, tannin serta zat warna kurkumin yang memiliki senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi sehingga sangat baik untuk mengurangi resiko dan pencegahan kanker.

PEMBIBITAN
Pembibitan tanaman kunyit dilakukan dengan cara pengambilan pecahan rimpang yang sudah tua (berumur sekitar 7-12 bulan). Sebaiknya rimpang kunyit yang diambil berasal dari tanaman yang tumbuh subur, berdaun banyak, segar, dan bebas dari hama penyakit. Selanjutnya, rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. Penyemaian bibit kunyit dapat dilakukan dengan cara menaburkan rimpang kunyit pada tanah yang lembab dan tidak terkena matahari secara langsung. Penyiraman dapat dilakukan setiap sore hari. Apabila tanaman telah tumbuh sepanjang 10 cm maka tanaman dapat segera dipindahkan ke dalam polybag/pot.
Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.

PENGOLAHAN TANAH
Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. Lahan tanah yang digunakan dalam budidaya kunyit yaitu tanah yang subur, gembur dan memiliki unsur organik yang cukup, atau dapat pula berupa tanah campuran pupuk kompos, pupuk organik secukupnya. Sebelum melakukan pengolahan tanah, pastikan lahan yang digunakan telah bersih dari gulma serta rumput liar. Kemudian lakukan penggemburan tanah hingga kedalaman 20-30 cm dengan menggunakan cangkul dan biarkan tanah selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama mati karena terkena sinar matahari. Setelah itu lakukan pembuatan bedengan dengan lebar 90-100 cm dan tinggi 30-40 cm, untuk panjang bedengan dapat disesuaikan panjang lahan yang tersedia. Jarak antara bedengan satu dengan lainnya antara 30-50 cm. Untuk mempertahankan kesuburan dan mencukupi kebutuhan tanah, dapat diberikan pupuk dasar pada tanah bedengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2,5 – 3 kg per lubang tanam.

PENANAMAN
Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. Hal pertama yang harus dilakukan dalam proses penanaman adalah menanam bibit kunyit yang telah disisapkan ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan rah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit dapat ditanam dengan dua pola yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya. Pembuatan lubang tanam dilakukan di atas bedengan/petakan dengan ukuran 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm dan jarak antar lubang 60 x 60 cm.

PEMELIHARAAN TANAMAN
Pemeliharaan tanaman kunyit antara lain meliputi penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, pemberian pestisida nabati (bila terdapat serangan hama), serta pemulsaan.
Penyulaman dilakukan apabila terdapat rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. Penyiangan perlu dilakukan untuk menghilangkan gulma, kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Sedangkan pembubunan diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air.

PEMUPUKAN
Proses perawatan tanaman selanjutnya adalah pemupukan. Pemberian pupuk ini sangat penting guna menjaga agar kandungan unsur hara di dalam tanah tetap optimal dan dapat menyuburkan tanah sehingga pertumbuhan kunyit akan semakin baik. Pemupukan diberikan pada tanaman ketika berumur 2 dan 4 bulan. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik padat seperti pupuk hijau, pupuk kompos, dan pupuk kandang. Pupuk di berikan dengan cara di tebar secara merata pada lahan tanam.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Dalam melakukan budidaya kunyit, drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

PEMULSAAN
Pemulsaan dapat dilakukan dengan menggunakan jerami. Pemulsaan sedapat mungkin dilakukan di awal tanam untuk mencegah kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Aplikasi pemulsaan yaitu dengan cara Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

PANEN DAN PASCA PANEN
Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu.
Rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. Selanjutnya pisahkan dengan tanah dan lakukan penyimpanan di tempat yang baik untuk kunyit.

Referensi: http://warintek.ristekdikti.go.id/pertanian/kunyit.pdf

Leave a Reply