Budidaya Lada Perdu

Lada perdu merupakan varietas tanaman lada yang dibudidayakan tanpa menggunakan tiang panjat. Lada merupakan tanaman dengan sebutan The King Of Spice (raja rempah-rempah). Lada perdu merupakan tanaman yang tidak memiliki sulur panjat sebab itulah tanaman ini tidak dapat memanjat. Lada perdu merupakan tanaman yang dapat tumbuh diberbagai daerah karena karakteristik tanaman ini menjalar sehingga mudah untuk dibudidayakan. Lada perdu dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian kurang dari 500 mdpl. Selain digunakan sebagai bahan rempah-rempah, lada juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Lada dapat digunakan dalam mengobati impotensi, rematik, dan juga malaria. Lada

Pembibitan

  1. Persiapan media tanaman. Langkah pertama yang harus disiapkan ialah media persemaian dan polybag dengan ukuran 10×15 centimeter, media semai lada perdu sebaiknya berupa komos dan tanah gembur dengan perbandingan 1 : 2. Selanjutnya media tanaman   tersebut diaduk menjadi 1 dan dimasukan kedalam polybag.
  2. Pengambilan entres lada perdu. Bahan tanam lada perdu diambil dari percabangan lada yang sudah cukup tua. Cabang lada adalah bagian tanaman lada yang tidak tumbuh akar pada bukunya.  Pengambilan cabang ini sebaiknya dilakukan setelah panen, atau pada saat lada tidak berproduksi.  Waktu pengambilan usahakan pagi atau sore hari agar entres tidak cepat layu.  Alat yang digunakan harus tajam, bersih, dan di cuci dengan alkohol 70%.
  3. Persiapan stek. Setelah bahan tanam (entres) lada diambil dari batang induk, maka langkah selanjutnya adalah melakukan setek. Stek lada perdu dapat dibuat dengan dua cara yakni setek dengan tapak dan stek tanpa tapak.  Stek dengan tapak dibuat dengan menyisakan sebagian akar pada buku panjat sebagai tapak, namun mata tunasnya dibuang.  Stek tanpa tapak tidak mengikutkan sama sekali akar buku panjat.
  4. Penyemaian. Setelah stek siap, lakukan perendaman bagian pangkalnya terlebih dahulu dalam air kelapa selama 15 menit.  Perendaman ini bertujuan memberi asupan nutrisi pada stek agar cepat mengeluarkan perakaran dan meningkatkan persentase keberhasilan persemaian.  Selanjutnya stek yang telah direndam disemai ke polibag yang sudah dipersiapkan sebulan sebelumnya.
  5. Penyungkupan. Untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan persentase keberhasilan persemaian lada perdu, perlu dilakukan penyungkupan dengan plastik. Penyungkupan dilakukan sampai umur persemaian 1 bulan.

Pemeliharaan

Setiap tiga hari kelembaban media di polybag diamati.  Lakukan penyiraman apabila media kering. Apabila ada stek yang layu, segera diganti dengan stek yang baru. Pencampuran air kelapa pada air siraman juga dapat menjadi pilihan guna menjaga kesehatan persemaian lada perdu.  Dengan pemeliharaan yang intensif, bibit lada perdu dapat tumbuh dengan baik dan siap di tanam pada umur 3 bulan di persemaian.

Penanaman

Pertama-tama siapkan pot dengan ukuran 40 cm dengan diameter 50 cm. Selanjutnya siapkan campuran tanah, pupuk kandang, arang sekam/pasir dengan perbandingan 5 : 2 : 1 sebagai media tanam . Media tanam tersebut diaduk hingga rata lalu biarkan selama kurang lebih 2 minggu. pertama-tama bukalah polybag secara perlahan lahan. Kemudian masukan bibit kedalam pot yang sudah disiapkan. Apabila bibit sudah berumur 4 bulan, maka selanjutnya bibit dapat dipindahkan ke dalam pot yang sudah disediakan. Bukalah secara perlahan bibit dari polybag, kemudian masukan bibit kedalam pot, lalu masukan media tanaman yang sebelumnya sudah disipakan. Jika bibit sudah dipindahkan kedalam pot maka siramlah bibit agar tidak stress akibat pergantian media tanam.

 Pemeliharaan

Pemeliharaan yang perlu dilakukan ialah dengan melakukan penyiraman secukupnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman, selain itu perlu juga untuk melakukan penyiangan gulma. Apabila cabang lada perdu terlihat terlalu rimbun, maka perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan tersebut penting untuk dilakukan guna menghindari pertumbuhan jamur, sebab jamur menyukai tempat dengan kondisi yang lembab. Dalam mengendalikan hama dan penyakit, penggunaan agen hayati dan biopestisida dapat dilakukan. Pemeliharan selanjutnya adalah membuat penyangga dari kayu atau bambu. Penyangga ini berguna agar cabang-cabang tanaman lada perdu tidak menyentuh tanah.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh organik, dan nutrisi buah organik. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman lada perdu dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Keterangan dosis ditunjukan dalam tabel berikut:

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.
  • Nutrisi Buah Organik. Penggunaan nutrisi buah organik setiap satu bulan sekali. Larutkan pupuk ke dalam air secukupnya, sehingga dapat disiramkan di sekeliling batang tanaman. Untuk tanaman yang tanah kurang baik, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan atau sampai tanaman menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah itu lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali. Untuk dosis disesuaikan dengan diamer batang, seperti yang ditunjukan dalam tabel berikut:

Panen

Umur panen lada perdu kurang lebih 12 bulan dengan ciri-ciri tangkai berwarna agak kuning dan sudah ada buah yang masak dengan ciri berwarna kungin kemerah merahan.

Sumber Pustaka

Manohara, Dyah dan Dono Wahyuno. 2013. Budidaya Merica. Sulawesi: Agfor Sulawesi

Leave a Reply