Budidaya Lengkuas

Lengkuas (Alpinia galagal) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Lengkuas yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah lengkuas rimpang putih dan rimpang merah. Lengkuas kaya akan nutrisi dan senyawa kimia yang baik bagi kesehatan, yaitu vitamin A dan C, zat besi, flavonoid, sodium, fitronutrien, minyak atsiri, eugenol, dan kristal kuning. Kandungan tersebut mampu mengobati beberapa penyakit seperti penyakit paru-paru, diare, sakit gigi, perut kembung, demam, pembesaran limpa, dan radang sendi. Lengkuas juga bermanfaat melancarkan system peredaran darah, mengencerkan dahak, mengatasi bercak kulit, memperlancar buang angina, melancarkan system metabolisme.

Persemaian

Bibit lengkuas diperoleh melalui proses penyemaian. Penyemaian diawali dengan menjemur lengkuas yang baru dipanen, namun tidak sampai kering. Rimpang lalu disimpan selama 30-60 hari, lalu dipatahkan dengan tangan. Lengkuas yang dipatahkan harus memiliki 3-5 mata tunas, lalu dijemur ulang selama 1-1.5 hari. Bibit dicelupkan kedalam larutan fungsida untuk mengeliminasi jamur dan parasite yang menempel. Bibit lalu dimasukkan kedalam peti kayu dan sambal ditutup dengan abu gosok dan sekam padi secara bergantian hingga penuh. Hasil persemaian lalu dibuka setelah 2-4 minggu.

Penanaman

Penanaman lengkuas cukup mudah karena metodenya hampir sama dengan penanaman tanaman rimpang lainnya. Penanaman lengkuas dilakukan diawal musim penghujan. Hal ini karena tunas muda membutuhkan banyak air. Penanaman dilakukan diatas bedengan, lalu dibuat lubang tanaman sedalam 3-7.5 cm. Bibit diposisikan rebah dalam lubang.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyulaman, pemumpukan, penyiangan, penyiraman. Penyulamana dilakukan 2-3 minggu setelah tanam. Pupuk yang digunakan biasanya pupuk kandang atau pupuk kompos. Penyiangan gulma dilakukan ketika tanaman berumur 2-4 minggu dan dilakukan secara terus menerus hingga tanaman 3-6 minggu, dan dihentikan ketika tanaman berumur 6-7 bulan. Lengkuas tidak membutuhkan banyak air menjelang panen.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman lengkuas, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman lengkuas dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman lengkuas dan 14 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.
  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan 10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 14 liter air disiramkan pada pada sejumlah 70 tanaman lengkuas.

Panen

Panen dilakukan setelah tanaman berumur 10-12 bulan. Tanaman lengkuas yang siap panen memiliki ciri-ciri daun yang mulai layu. Panen dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan rimpang garpu tanah, lalu garpu diangkat ke atas secara perlahan. Lengkuas yang telah dipanen lalu dibersihkan dengan cara dipukul pelan-pelan untuk memisahkannya dari kotoran.

Sumber Pustaka

Alviani, P. (2015). Bertanam hidroponik untuk pemula. Bibit Publisher. Jakarta Timur

Leave a Reply