Budidaya Markisa, Buah Asam yang Menyegarkan

Markisa merupakan buah yang berasal dari daerah sub tropis dan tropis, buah ini berkembang di dataran Amerika sudah sejak lama. Rasanya yang asam namun menyegarkan menjadi salah satu alasan mengapa buah ini digemari oleh masyarakat Indonesia. Buah ini sering digunakan untuk membuat sirup, sangat segar dinikmati di siang hari yang panas.

Buah markisa dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 700 Mdpl hingga 1500 Mdpl dengan suhu optimal 20°C hingga 30°C. Tanah yang baik untuk menanam markisa adalah tanah yang gembur dengan bahan organik yang cukup dan drainase yang baik.

Buah markisa tumbuh merambat sehingga berguna bagi sobat yang ingin memiliki peneduh pekarangan, namun sobat perlu membuat para-para sebagai tempat tumbuh tanaman markisa.

Bagaimana ya langkah-langkah untuk menanam buah markisa di pot? Mari ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pembibitan

Bibit buah markisa dapat didapat dengan perbanyakan generatif mengingat pertumbuhan dengan biji atau benihnya sama cepat dengan teknik sambung pucuk.

Untuk memperoleh benih markisa yang berkualitas ambil buah yang besar dan mulus, ambil bijinya kemudian taruh dalam air panas kemudian tiriskan pada tisu yang di jemur satu hari di bawah matahari. Simpan benih dalam clap plastik untuk siap digunakan.

2. Penanaman

Tiga hari sebelum tanam benih, siram media tanam dengan pupuk organik padat SAN yang dilarutkan dalam air, pupuk SAN akan membantu menutrisi media tanam. Kemudian benih dapat ditanam pada pot atau polybag yang berisi campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Setelah 30-45 hari HST bibit markisa sudah mulai tumbuh 4 daun.

3. Perawatan tanaman

Perawatan yang dapat dilakukan pada buah markisa antara lain :

  • Pengairan

Lakukan penyiraman rutin pada pagi hari dan sore hari agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Siram secukupnya, dan jika pohon telah berbuah penyiraman dapat ditingkatkan.

  • Pemupukan

Pemupukan dapat mulai dilakukan setelah tujuh hari setelah tanam dengan menggunakan:

Pupuk organik cair SNN yang dilarutkan dalam air dengan dosis cc/liter satu minggu sekali.

Pupuk Fruttagro diaplikasikan ketika sudah masuk masa generatif dengan cara menyemprotkan larutan pupuk Fruttagro. Lakukan pemberian pupuk Fruttagro setiap sebulan sekali.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk mengambil tanaman liar yang tumbuh disekitar markisa agar nutrisi yang didapatkan secara optimal. Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan alat ataupun secara manual.

4. Pemanenan

Pemanenan dilakukan ketika sudah berumur 85 hari setelah tanam (HST). Buah yang dipanen merupakan buah yang sudah berubah warna dan dagingnya sudah lunak. Panen dapat dilakukan dengan tangan ataupun dengan bantuan alat.

Buah markisa memiliki banyak manfaat, antara lain vitamin c yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Markisa juga menjadi sumber zat besi yang berguna untuk menurunkan berat badan.

Demikian Langkah-langkah yang dapat diikuti agar tanaman markisa dapat berbuah di rumah. Jangan lupa juga memakai pupuk organik dan nutrisi yang berkualitas untuk mendapatkan buah yang sehat dan manis. Selamat bertani dirumah, sobat!

Leave a Reply