Budidaya Melon Hidroponik

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman semusim yang tumbuh dengan cara merambat dan memiliki batang yang lunak serta tergolong ke dalam tanaman timun-timunan.

Budidaya melon hidroponik adalah cara baru dalam teknik penanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah. Jika dibandingkan dengan penanaman secara konvensional, hidroponik lebih dapat memberi keuntungan seperti pemanfaatan lahan sempit, pemeliharaan tanaman yang tergolong mudah dan hasil panen yang higienis sehingga buah yang dipanen lebih sehat dan bersih.

Persiapan Pembibitan

Rendam benih melon ke dalan air selama 3-4 jam, kemudian buang benih yang mengambang dan benih ditiriskan. Benih disemai ke media campuran cocopeat-sekam yang ditempatkan di nampan dan terhindar dari sinar matahari langsung. Penyemaian benih dilakukan kurang lebih 5 hari.

Penyiapan Larutan Nutrisi

Pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik adalah hal yang paling utama karena pada media tanaman hidroponik tidak lah memiliki kandungan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan tanaman. Nutrisi yang paling sering dipakai dalam hidroponik adalah nutrisi A dan nutrisi B. Takaran pemberian larutan nutrisi A dan B masing -masing 1 sendok teh per liternya dengan keterangan bahwa 1 sendok teh adalah 5 ml.

Penanaman dan Pemeliharaan

Bibit berumur 1 minggu dapat di pindahkan ke dalam cincin baglog jamur yang diberi kain flannel dan kapas filter air (dakron) sebagai tempat pertumbuhan tanaman. setiap baglog sebaiknya di beri 1 tanaman saja agar tidak menggagu pertumbuhan.

Penanaman dilakukan di kontruksi hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Pada sistem NFT, sebagian akar tanaman terendam air yang sudah mengandung nutrisi dan sebagian lagi berada di atas permukaan air yang mengalir secara terus menerus. Lapisan air ini sangat tipis seperti lapisan film, oleh karena itu teknik ini disebut NFT.

Perawatan dilakukan cukup mudah, salah satunya dengan cara pewiwilan tunas (bakal buah). Fungsinya yaitu untuk memelihara satu atau dua buah utama sehingga nutrisi terfokus untuk pertumbuhan.  Pewiwilan ini dilakukan sampai pada tunas yang ke 8, setelah itu pewiwilan dihentikan dan tunas dibiarkan menjadi buah.

Kegiatan Panen

Panen buah melon dilakukan dengan cara dipetik. Buah melon sebaiknya dipetik  pada tingkat kematangan 90% atau sekitar 3-7 hari sebelum buah matang penuh. Hal ini berguna untuk memberikan waktu lebih pada kegiatan distribusi. pemetikan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan mekanis, karena akan memacu pembusukan buah melon lebih cepat. Biasanya budidaya melon siap dipanen setelah berumur 3 bulan. Ciri-ciri buah melon yang sudahh siap panen adalah serat pada permukaan kulit  sudah tampak jelas dan kasar serta sudah mengeluarkan aroma.

Leave a Reply