Budidaya Pakcoy Vertikal di Bekas Tong Air

Pakcoy adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman pakcoy dapat tumbuh baik di tempat yang bersuhu panas maupun bersuhu dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi.

Pakcoy tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Pakcoy tumbuh optimum pada tanah yang memiliki pH 6,0-6,8. Lokasi yang diperlukan merupakan lokasi terbuka dan drainase air lancar.

Berikut langkah budidaya Pakcoy yang lengkap:

  1. Semai biji pakcoy pada wadah semai bisa berupa baki atau nampan semai. Benih disemai dalam baki plastik atau kayu yang diberi media semai setebal ± 3 cm. Media tumbuh merupakan campuran sekam dengan tanah berbanding 1:2. Media tersebut diberi tambahan siraman pupuk secukupnya.
  2. Sebar benih secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm. Setiap lubang tanam diisi dengan 1-2 biji pakcoy. Pada persemaian pakcoy, bibit siap dipindahkan ketika berumur 21-25 HSS (Hari Setelah Semai) atau daunnya berjumlah sekitar 4-5 helai.
  3. Bibit pakcoy yang telah siap pindah tanam, ditanam dalam lubang-lubang tong air, yang telah diisi dengan tanah dan sekam dengan perbandingan (2:1). Sebelum menanam siram media pupuk organik padat yang telah dicampurkan dengan air.
  4. Pemindahan tanam dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Setelah ditanam, segera siram tanaman dengan air yang sudah di campur pupuk organik cair (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air) secukupnya. Penyulaman, dilakukan maksimal umur 7 HST (Hari Setelah Tanam).
  5. Penyiraman dengan Pupuk Organik Cair dilakukan pada umur 7 HST, 17 HST, serta pemupukan susulan umur 21 HST. Penyiangan gulma dan pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai kondisi di lapangan, lebih baik jika pengendalian hama secara manual dan menggunakan tanaman refugia.
  6. Panen dan pasca panen pakcoy dapat dipanen ketika daunnya telah lebar dan batangnya lebih berwarna putih. Pakcoy siap dipanen pada umur sekitar 20 HST (Hari Setelah Tanam) atau 25-30 HSS (Hari Setelah Semai). Ciri-cirinya yaitu daun sawi dewasa berbentuk oval melebar, tangkai daunnya berwarna hijau cerah, bentuknya relative pendek, jauh berbeda dengan sawi yang berukuran panjang. Panen dengan cara memotong pangkal batang menggunakan pisau tajam. Pakcoy yang telah di panen dicuci untuk membersihkan sisa tanah dan membuang daun tua yang rusak, ditiriskan di rak yang ditempatkan di ruangan teduh dan dikemas untuk dipasarkan ataupun dikonsumsi pribadi.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman pakcoy, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman pakcoy dari masing-masing yaitu :

Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik Cair yaitu diberikan 10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 14 liter air disiramkan secukupnya pada tanaman

Pupuk Organik Padat

Penggunaan Pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman pakcoy dalam pot dan 14 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.

Sumber Pustaka

Haryanto, 2001. Pakcoy dan selada. Penebar sawadaya. Jakarta.

Leave a Reply