Budidaya Pisang

Pisang (Musa paradisiaca) merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara. Salah satu negara pengahasil pisang terbesar di dunia adalah Indonesia. Lebih dari 200 varietas buah pisang ada di Indonesia. Namun, varietas yang paling sering dibudidayakan adalah pisang susu, pisang raja, pisang ambon, pisang kepok dan pisang mas. Buah yang kaya akan nutrisi ini, menjadi salah satu komoditas yang berpeluang tinggi untuk diversifikasi bahan pangan pokok di Indonesia. Selain dikonsumsi sebagai makanan penutup, ternyata pisang berkhasiat baik untuk kesehatan antara lain mengatasi sembelit, kandungan kaliumnya mampu mengembalikan elektrolit yang hilang karena diare. Mampu mengurangi nyeri haid, karena pisang mengandung vitamin B6 yang mampu membantu mengatur regulasi kadar glukosa darah. Selain itu, tanaman kaya akan vitamin ini mampu menyehatkan ginjal karena kandungan senyawa fenolik antioksidan. Bahkan mengonsumsi pisang dapat mengurangi gejala depresi atau membuat ceria, karena triptofan didalamnya berfungsi membantu meningkatkan susasana hati sehingga membuat pengonsumsinya merasa lebih bahagia.

Pembibitan

Perbanyakan pisang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti anakan, bonggol dan kultur jaringan. Masyarakat sering memanfaatkan anakan dan bonggol untuk buidaya pisang, sedangkan kultur jaringan hanya dipakai oleh perusahaan industri besar. Jurus Tani, akan membahas budidaya pisang dengan perbanyakan anakan. Berikut ini langkah-langkah perbanyakan anakan pisang :

  1. Pilih induk yang pernah berbuah dan sehat
  2. Pilih anakan pedang bukan anakan air, karena kualitas buah dari anakan pedang lebih baik.
  3. Pisahkan anakan dari bonggol induknya
  4. Bibit dikumpulkan di tempat teduh, akar dibersihkan dari tanah, lakukan pengurangan daun.
  5. Buang mata tunas yang timbul
  6. Untuk memperoleh bibit seragam, seleksi bibit yang memiliki besar dan ketinggian sama
  7. Sebelum dipindah ke polybag, bibit direndam campuran agen antagonis bakteri (Pseudomonas fluurescens + Bacillus substilis).

Pengolahan Lahan

Sebelum melakukan pengolahan, lakukan pembersihan pada area lahan yang akan ditanami. Bersihkan lahan dari gulma, batu-batuan, kayu atau segala hal yang dapat menganggu sistem perakaran tanaman dan penyerapan unsur hara. Kemudian buat bedengan dan akses jalan. Buat jarak tanam 3 x 3 m untuk varietas pisang besar, 2 x 2,5 m untuk varietas pisang kecil.

Penanaman

Buat lubang tanam 2-3 minggu sebelum tanam ukuran 50 x 50 x 50 cm. Saat pembuatan lubang tanam, pisahkan tanah lapisan atas dan lapisan bawah. Tutup lubang tanam dengan tanah lapisan bawah terlebih dahulu. Sebaiknya lakukan solarisasi yaitu menutup lubang tanam dengan plastic PVC. Tujuannya, untuk mematikan mikroorganisme merugikan. Kemudian penanaman dilakukan menjelang musim hujan. Sebelum penanaman, lubang tanam diberi pupuk organik padat untuk menjaga kualitas rasa buah.

Pemeliharaan

Jika tidak turun hujan, penyiraman dilakukan minimal 2 kali dalam seminggu. Usahakan tanah dalam kondisi basah pada kedalaman minimal 20 cm. Aplikasikan pupuk organik padat pada saat penyiapan lubang tanam. Kemudian setiap tiga bulan sekali, pupuk Urea dosis 150 g, SP-36 100 g dan KCl 200 g diaplikasikan dengan cara membuat parit di sekeliling rumpun. Jarak pembuatan parit dengan tanaman minimal 50 cm dari pohon, kedelaman 10-15 cm. Penjarangan anakan dilakukan saat tanaman semakin dewasa untuk mengurangi persaingan unsur hara dan meningkatkan produktivitas. Anakan yang dipilih untuk dipelihara adalah anakan pedang. Lakukan rutin setiap 6-8 minggu sekali. Pembungkusan buah pisang juga perlu dilakukan, tujuannya untuk mencegah timbulnya serangan hama dan penyakit tanaman. Namun jika tanaman telah diserang, semprot dengan pestisida nabati. Pembungkusan bisa menggunakan plastik berwarna biru (polyethilen) dengan mengikatnya pada pangkal tandan. Untuk mengoptimalkan penyerapan unsur hara, jantung pisang harus dipotong. Pemotongan dilakukan setelah bunga terakhir pada jantung mekar, ditandai dengan pertumbuhan buah kecil dan lambat, sisa jantung segera dipotong.

Pemanenan

Buah pisang dapat dipanen sekitar umur 1 tahun. Ciri-ciri daun bendera mengering, bentuk buah lebih membulat dan tidak bersudut, buah tampak berisi/padat. Warna kulit buah dari hijau muda menjadi hijau tua atau kuning. Rata-rata buah pisang baru muncul setelah 85-115 hari setelah muncul jantung. Cara pemanenan, memakai alat seperti golok / pisau tajam. Panjang tandan yang dipanen mulai dari 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Tandan pisang dibiarkan dalam posisi terbalik agar getah bekas panen tidak menetes pada buah. Setelah panen, batang pisang dipotong hingga umbi batangnya. Penyisaan batang bertujuan untuk memicu pertumbuhan tunas baru.

Referensi :

Mulyanti, Nina, et.al. 2008. Teknologi Budidaya Pisang. Balai Pesar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian.

Suhartanto, Rahmad,et. al. 2012. Teknologi Sehat Budidaya Pisang : Dari Benih Sampai Pasca Panen. Pusat Kajian Hortikultura Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Institut Pertanian Bogor.

Leave a Reply