Budidaya Rosella

Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L) atau yang dahulu lebih dikenal dengan Frambozen sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas merupakan tanaman yang berasal dari Afrika. Selain mengandung vitamin C, kelopak bunga rosella juga mengandung vitamin A dan 18 jenis asam amino yang diperlukan tubuh.  Salah satunya adalah arginin yang berperam dalam proses peremajaan sel tubuh.  Disamping itu, rosella juga mengandung protein, kalsium, dan unsur-unsur lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Rosella adalah tanaman berhari pendek, daerah tumbuh rosella adalah mulai dari tropis sampai sub tropis, dari daerah pantai sampai 900 m dpl.

Persiapan Bibit

Rendam benih dalam larutan pupuk organik cair 2 cc/L air selama 1 jam, buang benih yang mengambang, dan tiriskan. Media semai berupa campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1, tambahkan pembenah tanah 50 gram untuk setiap 10 L media, campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai. Siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1 sdm/4 liter air. Tanam 1 biji per polibag dengan  kedalaman 0,5 cm. Tutup dengan tanah tipis dan siram secukupnya. Pemeliharaan bibit dengan penyiraman dan penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 1,5 g /L mulai umur 7 HSS setiap 1 minggu sekali. Bibit siap pindah tanam pada umur 15 HSS.

Media semai berupa campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1, tambahkan Pembenah Tanah 50 gram untuk setiap 10 L media.           Campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai.       Siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1 sdm/4 liter air, dan tanam 1 biji per polibag dengan  kedalaman 0,5 cm. Tutup dengan tanah tipis dan siram secukupnya.

Pemeliharaan bibit dengan penyiraman sesuai kondisi media, disertai penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 1,5 g /L mulai umur 7 HSS setiap 1 minggu sekali. Bibit siap pindah tanam pada umur 15 HSS.

Pengolahan Lahan dan Penanaman

Tebar pembenah tanah pada lahan dengan dosis 5 kg/ 1000 m², pengolahan lahan I lahan diairi kemudian dilakukan luku – garu dan diamkan lahan 1 minggu tanpa pengairan. Untuk melindungi bibit, bibit ditanam dalam bedengan  dengan lebar 120 cm, tinggi 30 cm dan lebar antar parit 50 cm. Pupuk dasar untuk luas lahan 1000 m² dolomit 5 kg, Pupuk Organik Padat 0,5 kg. Dolomit ditebar merata di atas bedengan. Siram bedengan dengan larutan Pupuk Organik Padat dosis 1 sdm per 20 liter air untuk 10 meter panjang bedengan. Aduk merata dengan cangkul, kemudian lahan diairi sampai jenuh, diamkan selama 1 minggu, dan lahan siap ditanami.

Penanaman dengan jarak tanam 70 cm x 70 cm, populasi per 1000 m² : 1.850 tanaman (lahan efektif 90%).            Penyulaman dilakukan maksimal umur 14 HST, penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 20 gr per tangki 14 L mulai umur 2 mst, setiap 3 minggu  sekali.

Panen

Panen dapat dilakukan kurang lebih pada umur 3,5 – 4  bulan setelah tanam dan dapat dipanen 8 – 10 kali panen.  Panen dilakukan dengan memotong kelopak bunga yang sudah tua dengan ciri:

  • Mahkota bunga sudah gugur
  • Ukuran kelopak sudah maksimal
  • Warna kelopak bunga merah tua
  • Kulit biji mulai menguning
  • Biji berwarna coklat tua

Proses pemanenan sebaiknya dilakukan secara manual.  Hindarkan kelopak bunga jatuh ke tanah atau terkontaminasi kotoran. Pengangkutan ke lokasi pengeringan sebaiknya menggunakan wadah yang aman agar kelopak bunga tidak rusak.  Hasil panen yang baik akan memperoleh sekitar 250 kg – 500 kg kelopak bunga kering per hektar.

Leave a Reply