Budidaya Sawi Hijau di Rumah

Sawi merupakan sayuran daun yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain sehat dan mempunyai banyak kandungan, masyarakat Indonesia mengonsumsi sebagai bahan pelengkap makanan baik pada mie ayam, bakso maupun sebagai sayuran yang sering dikonsumsi setiap hari. Tanaman sawi mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, menyehatkan saluran pencernaan serta mengontrol tekanan darah.

Sawi dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu optimal bagi pertumbuhan sawi 15°C hingga 20°C. Pada dasarnya tanaman sawi dapat tumbuh dan beradapatasi pada hampir semua jenis tanah.

Sawi saat ini sangat sering ditanam di pekarangan rumah menggunakan pot ataupun polybag karena penanamannya yang tidak sulit dan perawatan yang tidak memakan biaya banyak. Bagaimana ya langkah-langkah menanam sawi di pot? Yuk Simak langkah-langkah budidayanya sebagai berikut.

  1. Pembibitan

Pembibitan tanaman sawi bisa dilakukan menggunakan benih atau bibit. Jika menggunakan benih rendam benih sawi terlebih dahulu dengan air selama kurang lebih 12 jam, dan buang benih yang mengambang. Tanam benih sawi yang sudah direndam dan ditiriskan pada tempat persemaian yang sudah terisi oleh tanah. Siram secukupnya hingga kurang lebih bibit berumur 14 – 21 hari lalu siap dipindah tanamkan.

2. Persiapan Media Tanam

Persiapan media tanam dapat menggunakan pot sebagai wadahnya. Persiapkan pot dengan ukuran diameter 30 cm atau lebih. Kemudian, isi pot dengan campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1. Usahakan pot memiliki lubang dibawahnya untuk aliran drainase yang baik. Sebelum pemindahan bibit, media tanam di kocori dengan pupuk SAN secukupnya. Dosis penggunaan pupuk SAN 2 sendok makan/ 10 liter air.

3. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan memindahkan tanaman sawi dari media persemaian setelah berumur 3 hingga 4 minggu. Sebelum memindahkan bibit ke dalam pot, siram terlebih dahulu. Cara menanamnya dengan memindahkan bibit sawi dengan media tanam ke dalam lubang tanam, usahakan media semai tidak terpecah. Letakkan bibit sawi tepat ditengah pot, kemudian isi kembali pot dengan tanah hingga batas bibir pot. Setelah menanam bibit di pot lakukan penyiraman setiap 1 hingga 2 hari sekali.

4. Perawatan

Sawi memerlukan perawatan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas dan sehat. Perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dapat dilakukan pada umur 14 hari setelah tanam. Lakukan penyiangan apabila ada tanaman yang tumbuh disekitar tanaman sawi. Tujuannya untuk memutus tanaman liar mengambil nutrisi dari tanaman utama.

  • Pemupukan

Pemupukan dapat menggunakan pupuk cair SNN dengan dosis 2 cc/liter, larutkan pupuk cair pada air dan semprotkan menggunakan bantuan hand sprayer dan aplikasikan setiap satu minggu satu kali mulai dari pindah tanam hingga pemanenan.

  • Penyulaman Tanaman

Lakukan penyulaman tanaman apabila ada tanaman yang terkena penyakit ataupun hama. Jika ada tanaman yang rusak, segera cabut dan diganti dengan tanaman sawi lain yang masih baik.

5. Panen

Tanaman Sawi dapat dipanen ketika sudah berumur 40 hari hingga 45 hari dengan memotong pangkal batangnya.

Demikian langkah budidaya yang dapat sobat di rumah ikuti agar sawi dapat tumbuh sehat di pekarangan. Sertakan pupuk yang ramah lingkungan agar kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi. Selamat berkebun di rumah, sobat!

Leave a Reply