Budidaya Selada Hidroponik

Selada (Lactuca sativa) merupakan  sayuran daun yang tergolong ke dalam  genus Lactuca. Selada ini termasuk tanaman semusim  yang memiliki berbagai bentuk, khususnya bentuk daun. Tanaman ini banyak dibudidayakan petani terutama di daerah dataran tinggi atau sekitar pegunungan.

Budidaya selada hidroponik merupakan cara baru dalam teknik penanaman yang dilakukan tanpa media tanah. Teknik ini pada dasarnya hanya memanfaatkan air sebagai media tumbuh tanaman. Sistem Hidroponik menggunakan air lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas.  Jika dibandingkan dengan penanaman secara konvensional, hidroponik lebih dapat memberi keuntungan seperti pemanfaatan lahan sempit, pemeliharaan tanaman yang tergolong mudah dan hasil panen higienis sehingga sayuran yang dipanen lebih bersih dan sehat.

Penyiapan Larutan Nutrisi

Nutrisi yang paling sering dipakai dalam hidroponik adalah nutrisi A dan nutrisi B karena nutrisi ini memiliki kandungan unsur hara yang beragam.

Untuk budidaya hidroponik nutrisi A dilarutkan dalam 5 liter air, nutrisi B juga dilarutkan dalam 5 liter air. Selanjutnya masing-masing nutrisi A dan B diambil 5 ml lalu dilarutkan dalam 1 liter air. Larutan inilah yang digunakan sebagai nutrisi langsung untuk tanaman.

Pembenihan

Rendam benih ke dalam air kurang lebih 2 sampai 4 jam, kemudian pilih benih yang berkualitas dengan membuang biji yang mengambang. Benih ditiriskan dan disemaikan kedalam campuran cocopeat-sekam yang ditempatkan di nampan berukuran sedang atau plastik lainnya sesuai dengan banyaknya bibit yang diinginkan. Persemaian biasanya membutuhkan waktu selama 5 hari dan membutuhkan tempat yang lembab agar benih dapat tumbuh optimal.

Penanaman

Penanaman dilakukan di kontruksi hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Konsep sistem NFT ini yaitu sebagian akar tanaman terendam air yang sudah mengandung nutrisi dan sebagian lagi berada di atas permukaan air yang mengalir secara terus menerus. Lapisan air yang mengalir sangat tipis seperti lapisan film, oleh karena itu teknik ini disebut NFT. Air pada kontruksi hidroponik dapat dialirkan dengan menggunakan pompa aquarium.

Pemindahan bibit dilakukan saat bibit berumur sekitar 5 hari ke dalam cincin baglog jamur. Didalamnya dimasukkan kain flannel serta kapas filter air (dakron) sebagai tempat pertumbuhan akar dan penyerapan air. Cincin baglog di benamkan ke kontruksi hidroponik dengan cara menghapitkan ke sterofoam yang sudah dilubangi dengan jarak sekitar 25 sampai 30 cm. Sebaiknya setiap baglog di beri 1 tanaman saja supaya tidak menggagu pertumbuhan tanaman.

Panen

Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 40 sampai 45 hari setelah semai, pemanenan dilakukan dengan cara dipotong maupun dicabut sampai akarnya, setelah itu bagian akar selada dicuci sampai bersih dan membuang daun yang rusak. Harus diketahui bahwa selada daun keriting ini tidak tahan panas dan penguapan, oleh karena itu penyimpanan terhadap sayuran ini harus lebih diperhatikan.

Leave a Reply