Budidaya Seledri dalam Polybag

Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat. Selain ditanam di lahan pertanian, seledri juga kerap di tanam di polybag atau di pekarangan.

Penyiapan Bibit

Persiapan media semai dengan menyiapkan campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1. Tambahkan pembenah tanah 5 gram untuk setiap 1 Liter media. Campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai. Siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1/4 sdm/1 liter air, dan media siap digunakan.

Campur benih dengan abu atau pasir halus kemudian ditabur pada nampan semai secara merata dan tidak menumpuk, tutup dengan tanah tipis dan siram secukupnya dengan handsprayer. Tutup nampan dengan plastik agar kelembaban tetap terjaga. Setelah berkecambah tutup plastik  dibuka. Pemeliharaan bibit dengan penyiraman dan penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 1,5 g /L mulai umur 7 HSS setiap 1 minggu sekali, dan bibit siap pindah tanam pada umur 15 HSS

Media dibuat dengan campuran tanah, pembenah tanah 0,3gr/polybag dan dolomite 0,6 gram/polybag, Pupuk Organik Padat 0,02 gram/polybag, ZA 0,3 gram/polybag, NPK 0,6 gram/polybag. Campur semua pupuk makro dan pupuk organik, kemudian siram dengan Pupuk Organik Padat yang telah dicairkan dengan dosis 1 gram dalam 1 Liter air untuk 4 polybag. Media di polybag didiamkan selama 1 minggu dalam keadaan lembab, setelah itu siap ditanami.

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman bibit seledri dilakukan dengan menanam 2 bibit per lubang tanam, dan siram secukupnya. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan atau melihat pertumbuhan gulma di polybag, dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pemupukan susulan I umur 20 HST (Hari Setelah Tanam). Pemupukan  tiap polybag berupa Pupuk Organik Padat 0,02gr, Urea 0,3gr, ZA 0,6gr, pemupukan susulan II umur 35 HST, dimana tiap polybag diberi Urea 0,3gr dan ZA 0,6gr. Aplikasi pupuk makro dengan cara larikan sedangkan aplikasi Pupuk Organik Padat dengan cara disiramkan.

Pengendallian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman.

Panen

Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.

Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.

Leave a Reply