Budidaya Seledri

Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.

Seledri merupakan tanaman dataran tinggi yang dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 7-16° C. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah yang subur dan gembur dengan pH 5,5-6,8.

Penyiapan Bibit

Campur benih dengan abu atau pasir halus kemudian ditabur pada nampan atau bedeng semai secara merata dan tidak menumpuk, tutup dengan tanah tipis dan siram secukupnya dengan handsprayer. Tutup nampan dengan plastik agar kelembaban tetap terjaga. Setelah berkecambah ± 10 HSS (Hari Setelah Semai) tutup plastik  dibuka, dan bibit siap pindah tanam pada umur 45 – 50 HSS.

Persiapan media semai dengan menyiapkan campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1. Tambahkan pembenah tanah 50 gram untuk setiap 10 L media. Campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai. Siram media dalam polibag dengan larutan PO padat 1 sdm/4 liter air, dan media siap digunakan.

Pemeliharaan bibit dengan penyiraman dan penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 1,5 g /L mulai umur 7 HSS setiap 1 minggu sekali, dan bibit siap pindah tanam pada umur 15 HSS.

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan dengan menebar pembenah tanah dengan dosis 5 kg/1000 m dan dolomite 10 kg/1000 m. Lahan diluku dan digaru dalam kondisi lembab, kemudian didiamkan selama 1 minggu. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80–100 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm dengan panjang bedeng sesuai kondisi lahan. Pemupukan dasar untuk luas lahan 1000 m berupa Pupuk Organik Padat 0,25 kg, ZA 5 kg, NPK 10 kg. Tebar pupuk makro di atas bedengan, aduk merata dengan cangkul, siram dengan Pupuk Organik Padat yang telah dicairkan dengan dosis 1 sdm dalam 10 L air untuk 10 m panjang bedengan. Lahan didiamkan selama 1 minggu.

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman bibit seledri dilakukan dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Tanam dengan 2 bibit per lubang tanam, dan siram secukupnya. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan atau melihat pertumbuhan gulma di lahan, dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pemupukan susulan I umur 20 HST (Hari Setelah Tanam). Pemupukan untuk luas lahan 1000 m berupa Pupuk Organik Padat 0,25 kg, Urea 5 kg, ZA 10 kg, pemupukan susulan II umur 35 HST, dimana untuk luas lahan 1000 m berupa Urea 5 kg dan ZA 10 kg. Aplikasi pupuk makro dengan cara larikan sedangkan aplikasi Pupuk Organik Padat dengan cara disiramkan. Pengendallian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman.

Panen

Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.

Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.

Leave a Reply