Budidaya Serai Wangi

Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. Randle) merupakan jenis rerumputan yang berguna sebagai bumbu dan obat. Warna daunnya cenderung hijau lebih tua dan batangnya berwarna hijau memudar. Tanaman serai ini dapat hidup di ketinggian 50 – 1000 mdpl dengan suhu yang panas (curah sinar matahari tinggi untuk dapat meningkatkan hasil minyak.Serai merah bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker, detoksifikasi tubuh, mengobati hipertensi dengan menurunkan tekanan darah, menyehatkan sistem saraf, menjaga kulit tetap sehat dan indah, obat gangguan pada sistem pencernaan.

Pemilihan Bibit

Pilih tanaman serai yang sehat dengan umur minimal 1 tahun. Pilih bonggol yang cukup besar, dengan 1 bonggol berisi 4 – 6 tunas. Pisahkan antara satu tunas dengan tunas yang lain. Potong atau kurangi akar yang terlalu panjang dengan gunting tanama. Selanjutnya potong bagian daun sisakan + 5 cm dari pangkal daun tertua. Kemudian tempatkan pada keranjang dengan posisi berdiri.

Penanaman

Dalam persiapan tanaman dapat menyiapkan lahan tanam bebas dari sampah plastik, rumput liar, dan kerikil. Langkah selanjutnya yaitu menggemburkan dan memupuk tanah terlebih dahulu. Untuk penanaman apabila dilakukan di lahan maka dapat digunakan jarak tanam berkisar antara 30 cm hingga 50 cm, tetapi apabila menanam serai merah dalam pot, maka dapat menggunakan pot berdiameter sekitar 30 cm hingga 50 cm. Sedangkan untuk lubang tanam dapat ditanaman sedalam sekitar 5 cm hingga 10 cm

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman serai merah dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut :

Pemupukan. Pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman kembang bulan dalam budidaya dapat dilakukan pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik padat. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman kembang bulan

Penyulaman dilakukan setelah serai merah berusia sekitar 2 minggu setelah masa tanam, ini bertujuan untuk mengatasi bibit yang rusak ataupun mati sehingga anda harus menggantinya agar hasil panen anda berkualitas.

Penyiangan perlu dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan melakukan pengamatan pada tiap rumpun serai dengan cara mengambil batang serai yang sudah tua atau mati.

Penyiraman dilakukan ketika tanah mulai mengering, hindari terlalu banyak menyiram air karena dapat menimbulkan busuk akar.

Panen

Panen serai tahap dilakukan ketika serai merah sudah berusia sekitar 6 bulan sedangkan untuk panen selanjutnya anda bisa melakukannya setiap 3 bulan sekali sampai dengan serai merah memasuki fase terakhir yaitu fase ke-5

Leave a Reply