Budidaya Sirih Merah

Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman sirih-sirih yang menjadi primadona diantara sirih yang lain. Selain karena warna yang menarik, namun sirih merah dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit. Hal ini karena banyaknya senyawa aktif yang terkandung dalan sirih merah, yaitu seperti alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, polevonolad, dan minyak atsiri. Sirih merah dipercaya dapat memperbaiki kondisi pasien pengindap penyakit diabetes mellitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang mata, keputihan, lambung, kelelahan dan nyeri sendi

Persemaian

Tanaman sirih merah dapat diperbanyak melalui 2 metode, yaitu stek batang dan merunduk. Metode stek dilakukan dengan memotong tanaman pada setiap ruas dengan setiap ruas memiliki selembar daun. Olesi potongan bagian atas dengan fungisida dan bagian bawah dengan hormone. Metode merunduk dilakukan dengan menyiapkan induk sirih merah yang cukup panjang sulurnya.

Penanaman

Hasil perbanyakkan metode stek ditanam pada media arang sekam dan coco peat yang ditanam secara individu pada pot berdiameter 15 cm. Hasil stek disungkup dengan plastic bening selama 1 minggu untuk mengurangi penguapan. Sirih merah siap panen setelah berumur 4 minggu. Hasil perbanyakkan metode merunduk ditanam pada media tanah sekam bakar dan coco peat (1:1). Sulur yang dipotong lalu diletakkan diatas pot. Batang sulur lalu dikubur dengan media tanam, dan tanaman diletakkan pada tempat yang teduh. Tanaman dapat dipanen setelah berumur 4 minggu.

Pemeliharaan

Sirih merah tidak membutuhkan banyak perawatan yang rumit. Sirih yang diperbanyak melalui stek lebih baik tidak terlalu sering disiram untuk mengurangi resiko pembusukan batang, sedangkan pada metode merunduk diusahakan batang yang ditanam terus dibumbun atau tidak turun agar pertumbuhan akar tidak terganggu. Sulur sirih merah jika sudah terlalu lebat maka dapat dipotong atau disebarkan secara  merata dipermukaan tanah.

Pemupukan

Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya di lapangan adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 – 75%

Panen

Sirih merah yang siap panen minimal umur daun sudah mencapai 1 bulan, karena pada saat itu daun sudah relative lebar dengan diameter (15-20 cm). Daun yang dipanen harus bersih dan warnanya mengkilap, dan tidak terlalu tua atau muda karena kadar zat aktifnya yang tinggi. Daun yang dipetik tidak boleh terkena cipratan air, dan minimal berada diketinggian 60 cm dari permukaan tanah untuk meminimalisir adanya kotoran atau debu. Pemetikan lebih baik dilakukan dari pagi hingga pukul 11.00, dan dilakukan dengan bantuan alat yang tajam dan steril.

Sumber Pustaka

Harjanto, I. H. (2007). Memperbanyak tanaman hias favorit. Niaga Swadaya. Yogyakarta.

Heliyanti, N. 2010. Cara Pemanenan Daun Sirih Merah. (On-line). https://www.scribd.com/doc/208110038/Cara-Pemanenan-Daun-Sirih-Merah diakses 19 Februari 2019.

Ngaisah, S. 2010. Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) asal Magelang. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Solo.

Leave a Reply