Budidaya Tanaman Basil

Basil adalah herbal kuliner yang paling banyak digunakan dalam masakan dan pengobatan. Biasanya basil digunakan dalam makanan Asia dan Italia baik sebagai hiasan ataupun bumbu. Potong bunga basil untuk mendapatkan tanaman basil yang hijau lebat. Basil ini penyuka sinar matahari. Pastikan tanaman basil mendapat sinar yang cukup untuk pertumbuhan terbaik. Akan lebih baik jika basil terpapar langsung sinar matahari. Tips untuk aroma basil terbaik, jangan pernah mencucinya! Sehingga budidaya tanaman secara organik menjadi pilihan.

Penyiapan Bibit

Basil ditanam melalui benih atau dengan stek. Perlakuan benih dengan merendam benih dengan Pupuk Organik cair 2 cc/liter selama 12 jam, tiriskan benih dan kering anginkan, benih siap di tebar pada media tanam. Media tanam berupa campuran kompos : arang sekam : tanah dengan perbandingan 1:1:1. Campur media tanam sampai homogen dan tambahkan Soil treatment 5 sdm per 10 liter media campuran, Pupuk Organik Padat 1 sdm per 10 liter media campuran, kemudian campur sampai merata dan media tanam siap digunakan.

Penanaman di pot atau nampan

Masukkan media tanam yang telah diterapi pada pot / polybag, siram media tanam dengan air secukupnya, campur benih dengan abu atau pasir (benih yang kecil). Tanam benih ke dalam pot atau polybag sedalam ½ cm dan tutup kembali dengan media tanam.

Pemeliharaan bibit dengan pengecekan kelembaban tanah dan kebutuhan air, pengecekan hama dan penyakit, serta penyemprotan dengan Zat Pengatur Tumbuh. Pemupukan berupa pemberian pupuk makro 2 sdm dan Pupuk Organik Cair 3 tutup dilarutkan dalam 2 liter air, diamkan semalam, siramkan untuk 10 pot (tanaman) dengan media tanam 3 – 5 liter media tanam. Interval pemupukan seminggu sekali, penyiangan dilakukan jika pada media pot tumbuh gulma. Penggemburan tanah perlu di lakukan jika media tanam terlalu padat.

Panen

Masa panen tanaman basil cukup singkat, biasanya pada umur 6 MST, basil sudah siap untuk dipanen.

Leave a Reply