Budidaya Tanaman Bawang Merah

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu komoditas pokok yang berperan penting bagi masyarakat, khususnya untuk ibu rumah tangga. Tak jarang, ibu-ibu menggunakan bawang merah sebagai campuran dalam bumbu masakan. Selain itu, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dalam proses budidaya bawang merah, membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam per hari. Bawang merah cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum yang dibutuhkan berkisar antara 25-32 derajat celcius. Sedangkan tingkat keasaman tanah yang dibutuhkan yaitu ph 5,6-7.

Pembibitan / Pembenihan

Ada dua cara pembenihan bawang merah yaitu dari biji dan umbi. Kebanyakan benih yang digunakan untuk budidaya dari umbi, sehingga jurustani akan memberikan tips mengenai cara pembenihan bawang merah dengan umbi. Benih yang dipilih harus berukuran seragam dengan berat 3-4 gram. Simpan benih selama 2,5-4 bulan dalam bentuk ikatan daun kering. Benih yang bagus dilihat dari tingkat umbi yang tidak keropos dan kulit umbi tidak luka. Kemudian lakukan pemogesan pada umbi sekitar 0,5 cm. Pemogesan merupakan pemotongan bagian ujung umbi benih yang bertujuan untuk memecah masa dorman dan mempercepat keluarnya tunas. Rendam benih dalam larutan pupuk organik cair 2 cc/ltr selama kurang lebih 1-2 jam. Kering anginkan benih tersebut, kemudian rendam benih dalam larutan insektisida dan fungisida selama 5-10 menit sebelum tanam. Benih siap ditanam.

Pengolahan lahan

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menebari lahan dengan pembenah tanah 200 kg – 2000 kg/ha, tergantung dari tingkat kerusakan lahan (untuk tanah kritis dibutuhkan pembenahan tanah kurang lebih 250 kg/ha). Lahan diairi terlebih dahulu kemudian di luku – garu – luku. Pembuatan bedengan dengan lebar 120-180 cm, kedalaman parit 50-60 cm, lebar parit antar bedengan 40-50 cm. Lakukan pengapuran dengan cara pemberian dolomit per 1000 m2 merata diatas bedengan, pada ph 4-5, dolomit yang diberikan sebanyak 150kg-200kg, ph 5-6 pemberian dolomit sebanyak 75kg-150 kg dan ph > 6 pemberian dolomit sebanyak 50 kg. Untuk pupuk dasar makro yang dibutuhkan yaitu urea 50-100 kg, ZA 150-200 kg, TSP 150-200 kg, yang ditebar merata pada bedengan. Kebutuhan pupuk organik padat 1 sdk makan peres yang dilarutkan dalam 20 ltr air, kemudian digemborkan merata pada bedengan sepanjang 10 m2. Aduk pupuk makro dan mikro sampai merata dengan cangkul. Bedengan disiram sampai jenuh, biarkan selama dua minggu. Lahan siap ditanami.

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman bawang merah dilakukan dengan pengaturan jarak tanam 20 x 15 cm. Kebutuhan benih per ha 1 – 1,5 ton (5 gram/umbi). Penyulaman dilakukan pada saat umur 3-7 HST. Penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, semprot pupuk organik cair dengan dosis 2-4 cc/ltr yang dimulai pada umur 7 HST, satu minggu 1x. Penyiangan gulma dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam, pengendalian hama dan penyakit. Kemudian diperlukan pemupukan susulan I dan pemupukan susulan II, yang bertujuan mempercepat masa panen dan meningkatkan kualitas bawang merah. Pada pemupukan susulan 1 (14 HST) pupuk yang dibutuhkan yaitu pupuk urea dengan dosis 50-100 kg, pupuk ZA 100-200 kg dan pupul KCL 100-150kg. Sedangkan pemupukan susulan II (28 HST) membutuhkan pupuk urea dengan dosis 50-100 kg, pupuk ZA 100-150 kg, dan pupuk KCL 150-20kg. Dalam setiap aplikasi pupuk susulan, perlu diselingi pemberian pupuk organik padat dengan dosis 1 sendok teh yang diencerkan dalam 20 liter air, dan disiramkan untuk luasan 10 m2.

Panen

Panen bawang merah dilakukan pada saat umur tanaman mencapai umur 55-70 HST dengan ciri-ciri mayoritas daun sudah mulai rebah atau berjatuhan di tanah, daunnya mengering dan berwarna kuning pucat, pangkal batang bawang merah lemas, buahnya berwarna merah, bertekstur keras dan memiliki aroma yang khas. Cara pemanenan bawang merah dilakukan secara manual yaitu mencabut tanaman secara keseluruhan sampai ke akar.

2 Comments

  1. Menarik sekali artikelnya dari semua metode penanaman paling diminati dengan sistem hidroponik sepertinya mengasyikkan. .. tapi untuk tanaman sejenis bawang apakah bisa ya?

Leave a Reply