Budidaya Bunga Matahari

Bunga matahari dengan nama latin Helianthus annuus L. Tinggi tanaman bunga matahari rata-rata dapat mencapai 1-3 meter. Tanaman bunga matahari dapat hidup pada suhu antara 6-28˚C. Bunga matahari tidak hanya indah, tetapi juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, salah satunya terletak pada bagian biji bunga matahari. Minyak biji bunga matahari memiliki kemampuan dalam proses penyembuhan luka secara signifikan. Biji bunga matahari juga dapat diolah menjadi minyak nabati yang baik bagi kesehatan dan biji bunga matahari juga dapat dikonsumsi sebagai cemilan makanan ringan. Selain itu biji bunga matahari juga dapat membantu mencegah kanker payudara. Bagian batang tanaman bunga matahari juga memiliki manfaat yaitu sebagai antikanker sebab pada bagian batang bunga matahari mengandung hemiselulosa yang berperan sbagai antitumor kolon.

Pembibitan

Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan pot, pot tersebut diisi dengan tanah yang gembur lalu masukan benih yang sudah dipilih. Selanjutnya, pot yang sudah terisi benih harus diletakan ditempat yang lembab dan selama masa pembibitan benih harus selalu disiram agar dapat berkecambah. Jika benih telah berkecambah dengan ketinggian 15-20 centimeter atau berumur 2 minggu maka selanjutnya bibit dapat dipindahkan ke lahan.

Persiapan Lahan

Bunga matahari akan lebih optimal jika bunga matahari dibudidayakan di dataran tinggi dengan kelembaban tinggi dan sinar matahari yang cukup. Lahan yang dibutuhkan tidak membutuhkan naungan, sebaliknya lahan harus dalam keadaan terbuka dimana selalu terpapar sinar matahari dikarenakan bunga matahari merupakan jenis bunga yang membutuhkan sinar matahari sebagai kebutuhan pokok. Lahan yang dibutuhkan juga harus memiliki tanah yang gembur dan subur untuk membantu pertumbuhan agar mampu menghasikan bunga yang mekar sempurna. Gemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 30 centimeter. Selain itu, juga membersihkan lahan dari sisa tanaman dan sampah-sampah. Berikan juga pupuk organik padat dan kapur sebelum penanaman.

Penanaman

Bibit dari tempat penyemaian selanjutnya bibit dapat dipindahkan ke lahan. Pertama tama, buatlah lubang tanam dengan kedalam 5 centimeter dan lebar 10 centimeter. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah penanaman bibit dan membantu pertumbuhan awal bunga matahari. Jarak tanam antar lubang yang ideal adalah 1 meter agar tanaman mendapat ruang untuk tumbuh,  mendapatkan sinar matahari yang cukup dan agar menghasilkan bunga yang berukuran besar. Bibit dimasukan kedalam lubang tanam yang telah disiapkan lalu ditutup kembali dengan tanah. Waktu penanaman diusahakan pagi atau sore hari untuk menghindari tanaman dehidrasi.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dapat dilakukan pada tanaman bunga matahari ialah dengan melakukan penyiraman di pagi atau sore hari agar tanah selalu dalam keadaan lembab. Apabila disekitar tanaman terdapat gulma, maka dapat dilakukan penyiangan secara manual dengan cara mencabutnya. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bunga matahari dilakukan secara manual. Beberapa jenis hama yang biasanya menyerang bunga matahari adalah walang hijau, ulat daun, dan ulat ngengat. Adapaun jenis penyakit yang biasanya menyerang tanaman ini adalah penyakit layu, virus tembakau, botryts cinerae, tepun embun, dan penyakit alternaria. Jika serangan telah melebihi ambang batas maka disarankan menggunakan insektisida organik dan fungisida organik.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun dosis pada tanaman bunga matahari dari masing-masing yaitu :

  1. Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat yaitu diberikan satu bulan sekali (sesuai dengan kondisi tanah) dan diberikan dengan cara dikocorkan dalam air untuk dosis 3 tutup botol pupuk organik padat untuk 10 liter air.
  2. Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.

Panen

Umur pertama bunga matahari akan menghasilkan bunga sekitar 45-60 hari sejak ditanam dan 90-105 hari sejak disemai. Kriteria tanaman bunga matahari yang sudah dapat dipanen ialah dengan ciri-ciri tangkai bunga berwarna kuning kecoklatan, kelopak bunga mengering  dan biji bunga berwarna hitam dengan garis garis putih.

Sumber Pustaka

Bumi Endah. 2013. Bunga Matahari Helianthus annus. https://endahnur11.wordpress.com/2013/10/29/bunga-matahari-helianthus-annuus/. (diakses pada tanggal 24 juli 2018)

Farming.id. 2017. Tips budidaya tanaman bunga matahari sebagai tanaman berpotensi. https://farming.id/tips-budidaya-bunga-matahari-sebagai-tanaman-yang-berpotensi/. (diakes pada 24 juli 2018.)

Tanamania. 2018. Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari. https://www.tanamania.com/bunga-matahari/#z (diakses pada tanggal 24 juli 2018.)

Leave a Reply