Budidaya Tanaman Daun Mint Hidroponik

Daun mint (Mentha cordifolia) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, karena sifatnya dapat mengeluarkan aroma yang khas dan menenangkan. Aroma wangi daun mint disebabkan oleh adanya kandungan minyak atsiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potassium.

Penyiapan Larutan Nutrisi

Teknik bercocok tanam secara hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, dan dimana saja, syaratnya tanaman tersebut tidak boleh kekurangan nutrisi tanaman atau terkena air hujan, karena air hujan menyebabkan berkurangnya nutrisi. Nutrisi tanaman menjadi hal yang paling pokok dalam budidaya hidroponik karena dari nutrisi inilah tanaman dapat tumbuh subur. Nutrisi yang sering digunakan dalam hidroponik adalah nutrisi tanaman AB Mix, yang terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B.

Pada budidaya tanaman secara hidroponik Nutrisi A dan Nutrisi B dilarukan dalam 5 liter air. Umumnya yang diterapkan oleh masyarakat 5 ml Nutrisi A dan B dicampur kemudian dilarutkan ke dalam 1 liter air. Namun di indmira, kebutuhan nutrisi bisa dikurangi menjadi 4 ml Nutrisi A dan B kemudian dilarutkan dalam 1 liter air. Larutan inilah yang menjadi makanan bagi tanaman.

Pembibitan

Bibit Daun Mint diperoleh dengan cara mengambil tanaman indukan yang dewasa namun tidak terlalu tua, terlihat sehat, segar dan bebas hama dan penyakit. Potong tangkai batang mint sekitar 7 cm atau 3 ruas dari atas percabangan dengan menggunakan gunting / pisau, bisa juga dengan memangkas sulur dari pangkal batang dan dipotong menjadi 3-4 bagian. Daun yang terlalu lebat dapat dikurangi atau dihilangkan tujuannya untuk mengurangi terjadinya penguapan. Letakkan bibit pada cincin baglog yang berisi dua kain filter yang menjepit kain flannel, kain flannel berfungsi untuk media akar tanaman menyerap nutrisi. Selanjutnya bibit diletakkan pada nampan yang berisi air tanpa larutan nutrisi dan disimpan pada tempat yang teduh, tujuannya untuk mengurangi penguapan. Diamkan nampan selama 5-7 hari, muncullah akar dan tunas baru. Setelah muncul akar dan tunas selanjutnya dipindahkan pada konstruksi hidroponik yang telah dibuat sebelumnya.

Penanaman

Letakkan bibit pada konstruksi hidroponik, dengan menggunakan media tanam pipa paralon berukuran 3 inci yang dilubangi dan telah dialiri air yang diperkaya oleh nutrisi tanaman dengan menggunakan pompa. Nutrisi tersebut diberikan dengan dosis 5 cc/liter. Pemberian nutrisi tanaman harus dilakukan secara kontinyu dan seimbang, tanaman tidak boleh sampai kelebihan atau kekurangan nutrisi, jika nutrisi tanaman semakin berkurang maka perlu ditambah dengan dosis yang sama. Biasanya untuk budidaya daun mint secara hidroponik membutuhkan sekitar 50 liter per konstruksi hidroponik dari mulai tanam hingga panen.

Pemeliharaan

Pemeliharaan daun mint secara hidroponik tidak terlalu membutuhkan perlakuan khusus, apabila ada tanaman yang mati segera disulam dengan bibit daun mint baru. Untuk pengendalian hama dan penyakit pun sangat mudah, karena penanaman secara hidroponik jarang diserang oleh hama dan penyakit, ini adalah salah satu kelebihan bercocok tanam dengan hidroponik. Adapun hama yang menyerang pada daun mint yaitu ulat, namun intensitasnya hanya sedikit, pengendalian yang perlu dilakukan hanya mengambil ulat tersebut secara manual agar tidak menyerang tanaman lain. Selain itu kelebihan dari hidroponik adalah pengelolaannya lebih mudah, karena tidak perlu melakukan penyiangan gulma, air yang dibutuhkan pun juga relatif kecil dibanding dengan penanaman secara konvensional.

Panen

Jika pada umumnya daun mint yang ditanam secara konvensional membutuhkan waktu 6 bulan untuk dipanen, lain halnya dengan daun mint yang ditanam secara hidroponik, hanya membutuhkan waktu sekitar 20-25 HST daun mint sudah siap untuk dipanen. Proses pemanenannya pun tidak terlalu rumit, daun mint dipangkas dengan menggunakan gunting dari ujung pangkalnya dengan ciri-ciri daun mint yang siap panen yaitu daunnya tumbuh lebat dan berwarna hijau tua. Kuantitas dan kualitas produksi daun mint secara hidroponik lebih tinggi daripada secara konvensional.

2 Comments

  1. jadi panen.nya harus dipangkas sampe pangkal ya..?
    sulur” yang menjuntai kebawah itu dipotong juga..?

    • Benar harus dari ujung pangkalnya. Kalau kami tidak salah untuk mengartikan dan memahami yang dimaksud denga sulur menjutai itu digunakan untuk berkembangbiakan dari tanaman daun mint. Apabila dipanen, hal itu bukan digunakan untuk konsumsi tetapi untuk pembibitan.

Leave a Reply