Budidaya Durian

Durian merupakan tanaman asli dari kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropika basah. Pohon durian sering disebut sebagai pohon hutan  yang pada umumnya memiliki tinggi sampai 50 meter dan umurnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Aromanya yang tajam dan bentuk buah yang unik menjadi salah satu ciri khas dari buah tersebut. Panjang buah durian yang matang pada umumnya mencapai 30-45 centimeter dan untuk lebarnya 20-25 centimeter, sedangkan rasa, tekstur, dan ketebalan dari daging buah selalu berbeda-beda tergantung varietas. Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 mdpl dengan intensitas cahaya 40-50% dan suhu 22-30℃. Ketersediaan air juga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, curah hujan ideal untuk durian adalah 1500-2500 mm per tahun dan pH tanah 6-7.

Pembibitan

Perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan dengan cara okulasi. Untuk dapat melakukan cara okulasi durian dengan baik, maka harus memilih entres dan batang bawah yang baik juga. Entres adalah mata tunas yang kelak akan menjadi ranting.  Langkah-langkah memilih entres dan batang bawah :

  1. Menyiapkan pohon durian yang berasal dari biji kira-kira yang sudah berukuran 15 cm
  2. Siapkan entres yang akan diambil dari tanaman durian yang sudah tumbuh lama dan sudah terlihat kualitas buahnya serta sehat dan terhindar dari penyakit.

Langkah-langkah okulasi durian :

  1. Sebelum melakukan okulasi sebaiknya tanaman induk (yang akan dijadikan enters atau mata tunas) serta yang akan dijadikan batang bawah dipupuk terlebih dahulu menggunakan pupuk organik padat agar konsentrasi zat-zat yang terkandung pada batang atas dan batang bawah sama.
  2. Bersihkan batang bawah dari kotoran dan buang daun yang tua yang ada dibagian bawah batang serta batang yang terlalu banyak.
  3. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (± 1 cm). dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
  1. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2 – 3 cm sehingga mirip lidah.
  2. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
  3. Sisipkan mata tunas yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit lalu diikat menggunakan tali plastik. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak.
  1. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.

Bibit yang akan di pindahkan kelapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75 – 150 cm atau berumur 7 – 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

Penanaman

Penanaman yang ideal dilakukan pada awal musim penghujan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses penanaman sebagai berikut :

  1. Gali lubang tanamn yang berisi campuran tanah humus dan pupuk padat organik sesuai dengan ukuran bibit durian yang akan ditanam.
  2. Ambil bibit dan buka plastik pembungkusnya secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya.
  3. Siram air secukupnya setelah dilakukan penanaman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam budidaya tanaman durian. Bentuk pemeliharaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Penyiraman. Penyiraman yang dilakukan untuk tanaman durian yang masih baru sebaiknya dilakukan rutin dan idealnya dilakukan di pagi hari.
  1. Pemangkasan. Pemangkasan yang dilakukan meliputi pemangkasan terhadap tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai tinggi 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh organik, dan nutrisi buah organik. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman durian dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Keterangan dosis ditunjukan dalam tabel berikut:

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.
  • Nutrisi Buah Organik. Penggunaan nutrisi buah organik setiap satu bulan sekali. Larutkan pupuk ke dalam air secukupnya, sehingga dapat disiramkan di sekeliling batang tanaman. Untuk tanaman yang tanah kurang baik, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan atau sampai tanaman menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah itu lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali. Untuk dosis disesuaikan dengan diameter batang, seperti yang ditunjukan dalam tabel berikut:

Pemanenan

Waktu panen dari tanaman berbeda tiap varietas. Buah durian memiliki tingkat kematangan sempurna empat bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasarkan tanda-tanda fisik, missal ujung duri berwarna coklat tua, garis-garis diantara duri terlihat lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, rusa-ruas tangkai membesar, memiliki aroma yang harum, dan apabila di pukul mengeluarkan bunyi bergema.

Sumber Pustaka

 Anonim. Budidaya Durian dan Cara Menanam Durian.http://www.bestbudidayatanaman.com/2012/12/budidaya-durian-dan-cara menanam-durian.html. (diakses 30 Juli 2018)

Widyawati, AT, Nurbani. Mini Reviev: Teknologi Inovasi Budidaya Durian di Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. (diakses 30 Juli 2018)

Leave a Reply