Budidaya Jagung

Tanaman Jagung ( Zea mays L ) merupakan tanaman biji-bijan yang masih keluarga dengan rumput-rumputan. Tanaman jagung berasal dari Amerika yang menyebar ke benua Asia dan Afrika. Di Indonesia jagung merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan. Jagung memang merupakan salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia yang kaya akan karbohidrat.  Selain itu, jagung juga digunakan sebagai alternatif campuran dari nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.

Curah hujan ideal yang dibutuhkan tanaman jagung adalah 85-200 mm/bulan. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung akan membutuhkan air yang cukup sehingga sebaiknya ditanam di awal musim penghujan. Suhu optimum yang dibutuhkan adalah 230℃-300℃. Tanaman jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus, namun tanah yang gembur dan kaya akan humus akan membuat tanaman bertumbuh secara optimal.

Pengolahan Lahan

Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan diberikan pupuk organik padat untuk memperbaiki tekstur serta strusktur tanah, serta meningkatkan kesuburan tanah.

Pembibitan

Pembibitan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu memenuhi persyaratan benih, penyiapan benih, dan pemindahan benih. Persyaratan benih adalah memilih benih yang unggul, bebas dari hama dan penyakit serta dapat tumbuh dengan baik. Penyiapan benih dilakukan dengan merendam benih kedalam fungisida bertujuan agar tidak mudah terserang hama dan penyakit. Sedangkan pemindahan benih dilakukan setelah perendaman sudah dilakukan lalu pindahkan ke lahan tanam.

Penanaman

Untuk satu hektarnya membutuhkan benih sekitar 20-30 Kg benih jagung. Setelah itu baru dilakukan proses penanaman benih. Buatlah lubang tanam sedalam 3-5 cm lalu masukkan 1-3 butir jagung dan tutup kembali menggunakan tanah. Jarak tanam yang digunakan untuk tanaman jagung adalah 25 cm x 75 cm. Lakukan penyiraman setelah benih jagung ditanam agar kelembapan tanah tetap terjaga.

Perawatan

Pemeliharaan tanaman jagung dapat dilakukan 6 cara yaitu penjarangan atau penyulaman, penyiangan, pembubunan, pemupukan, penyiraman dan penyemprotan. Penj arangan dilakukan saat ada benih yang satu lubang ada dua jagung maka dilakukan penjarangan, dan penyulaman dilakukan penyisipan tanaman yang mati dan mengantikan tanaman baru. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan tanaman yang menganggu di sekitar tanaman jagung. Pembubunan dilakukan secara bersamaan dengan penyiangan yang bertujuan untuk memperkuat atau mempercepat pertumbuhan tanaman. Sedangkan penyemprotan dilakukan pada saat tanaman sudah terkena hama dan penyakit yang bertujuan untuk mengendalikan penyakit tanaman.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk makro, pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Makro. Sebelum dimulai proses penanaman dilakukan pemberian pupuk makro sebagai pupuk dasar, setelah itu pemberian pupuk makro dilakukan lagi setelah tanaman jagung berusia 3 minggu setelah tanam dan 6 minggu setelah tanam.
  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 14 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah (luku-garu) dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk luasan 10 meter persegi dan 25 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.

Panen

Tanaman jagung dapat di panen dilakukan ketika jagung sudah tampak tua, tanaman ini dapat di panen pada saat berumur 86-96 hari setelah tanam. Jagung yag sudah dapat di panen yaitu biji kering, keras dan mengkilat.

 Sumber Pustaka

AAK. (1993). Teknik Bercocok Tanam Jagung. Yogyakarta: Kanisius.

Muizun, H. (2018). Cara Budidaya Tanaman Jagung Yang Baik. Dan Benar. https://tanamanhiasan.com/cara-budidaya-tanaman-jagung/. Diakses pada tanggal 13 Agustus 2018.

Leave a Reply