Budidaya Tanaman Katuk

Katuk adalah sejenis sayuran daun yang termasuk tanaman perdu berumpun dengan tinggi mencapai 3-5 m. Btangnya tumbuh tegak dan berkayu, dan memiliki tunas-tunas kecil diujung batangnya. Tanaman kangkung dapat tumbuh hingga dataran 2.100 mdpl. Kandungan daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C, kalsium, karoten, dan air, Tanaman katuk dapat digunakan untuk melancarkan air susu ibu, obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Selain itu, daun katuk berkhasiat untuk mengobati frambusia, sembelit, borok, dan menjadi pewarna alami.

Persemaian

Perbanyakan tanaman katuk dapat dilakukan dengan metode stek batang. Batang yang dipilih harus sehat dan dipotong menjadi ukuran 30-40 cm, serta bersih dari daun. Penambahan hormone rootone dapat digunakan untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Penanaman

Tanaman katuk dapat ditanam dipekarangan sekitar rumah dengan cara mencangkul tanah hingga gembur dan dibiarkan selama 2 minggu. Tanah lalu dibentuk menjadi bedengan dan ditambahkan pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2. Bibit stek yang telah disiapkan lalu ditancapkan pada tanah bedengan hingga kedalaman 5-10 cm dan jarak tanam 20×20 cm. Tanah disekitar pangkal stek dibumbun lalu disiram air secukupnya hingga basah.

Pemeliharaan

Pemeliharaan katuk dilakukan dengan cara penyulaman, pengendalian HPT, penyiangan, penyiraman, dan pembumbunan. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat dan dilakukan seminggu setelah penanaman. Pengendalian biasanya diterapkan untuk hama thrips sebagai penyebab daun keriting. Pengendalian dilakukan seperlunya jika terlihat HPT menyerang, pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida secara bergantian sesuai dengan dosis anjuran atau dilakukan secara mekanis dengan mencabut tanaman terserang. Penyiangan dilakukan dengan manual dua minggu sekali atau sesuai pertumbuhan tanaman. Penyiraman dapat dilakukan dengan system furrow atau parit secara rutin setiap 7-10 hari. Pembumbunan dilakukan setiap 3-4 minggu sekali untuk memperkuat pertumbuhan tanaman

Pemupukan

Tanaman katuk dapat ditanam dipekarangan sekitar rumah dengan cara mencangkul tanah hingga gembur dan dibiarkan selama 2 minggu. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman katuk, maka perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman katuk dan 14 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.

Panen

Tanaman katuk dapat dipanen setelah berumur 4 bulan dengan cara dipetik atau dipotong dengan pisau. Bagian yang dipanen aalah daun dan batang yang masih muda. Batang katuk dipotong dan disisakan tinggi tanaman berkisar 50-60 cm untuk mendapatkan daun muda dan segar. Tanaman katuk dapat dipanen beberapa kali hingga berumur 3 tahun. Tanaman katuk yang dipanen memiliki ciri-ciri batang dan daun berwarna hijau muda hingga tua. Hasil panen diikat ditempat teduh dan ikat sekitar 4-5 batang untuk dikonsumsi.

Sumber Pustaka

Santoso, H. B. 2008. Ragam & Khasiat Tanaman Obat. AgroMedia. Yogyakarta.

Leave a Reply