Budidaya Nangka

Nangka dengan nama ilmiah Artocarpus heterophyllus merupakan tanaman buah yang berasal dari India dan menyebar ke berbagai negara tropis termasuk Indonesia. Pohon nangka sendiri dapat tumbuh tinggi hingga 20-30 meter. Tanaman nangka dapat tumbuh pada dataran tinggi maupun dataran rendah, namun ketinggian tempat yang terbaik bagi pertumbuhan tanaman nangka ialah antara 0-800 mdpl. Nangka dapat tumbuh pada suhu udara minumun 16-21˚C dan suhu udara maksimum yaitu 31-31,5˚C. Tanaman nangka memiliki beberapa manfaat penting, diataranya pada bagian buah yang dapat dikonsumsi secara langsung jika sudah matang, atau bisa juga digunakan sebagai bahan sayuran. Selain itu, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung dan dijadikan bahan baku industri makanan. Pada bagian daun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kayu dari pohon nangka juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan meubel atau konstruksi bangunan lainnya, dan pada bagian pohon dapat digunakan sebagai obat tradisional.

Penyiapan Bibit dan Penanaman

Tanaman nangka dapat dikembang biakan dengan menggunakan biji, cangkok ataupun okulasi. Pembibitan dengan menggunakan biji, ketika sudah berumur 1-1,5 bulan dengan ketinggian 50-75 cm bibit dapat dipindah ke lahan. Namun apabila pembibitan menggunakan teknik okulasi maka bibit dapat ditanaman ke lahan jika sudah berumur 6-8 bulan atau jika tunas sudah mencapai ketinggian 2-30 cm. Jika pembibitan menggunakan teknik cangkok, maka bibit dapat dipindah ke lahan jika bibit suadah berumur 1-2,5 bulan, dan cangkokan sudah berakar banyak. Pertama tama yang harus dilakukan untuk menanam tanaman nangka ialah membuat lubang tanam dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5m atau 1 x 1 x 1m. Pada saat membuat lubang tanaman, tanah bagian atas dipisahkan dengan tanah bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg.  Lubang tanam yang telah dibuat dibiarkan selama 1-2 minggu.  2-3 minggu sebelum penanaman, tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang tersebut dimasukan kedalam lubang. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, bibit tanaman dimasukan kedalam lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang dapat dilakukan pada tanaman nangka adalah dengan melakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh atau mati. Selain itu, penyiangan juga penting untuk dilakukan pada gulma yang tumbuh disekitar tanaman nangka. Penyiangan dapat dilakukan secara manual yaitu dengan mencabutinya.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman nangka, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh organik, dan nutrisi buah organik. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman nangka dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Keterangan dosis ditunjukan dalam tabel berikut:

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.
  • Nutrisi Buah Organik. Penggunaan nutrisi buah organik setiap satu bulan sekali. Larutkan pupuk ke dalam air secukupnya, sehingga dapat disiramkan di sekeliling batang tanaman. Untuk tanaman yang tanah kurang baik, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan atau sampai tanaman menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah itu lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali. Untuk dosis disesuaikan dengan diamer batang, seperti yang ditunjukan dalam tabel berikut:

Panen

Buah nangka pada umumnya matang pada umur 8 bulan sejak bunganya muncul. Dengan ciri-ciri, apabila buah dipukul dengan benda akan berbunyi nyaring, warna buah berubah dari hijau menjadi kuning kecoklatan, mengeluarkan bau yang khas, durinya mulai melunak, dan kulit dari buah nangka yang matang biasanya akan terlihat seperti akan pecah.

Sumber Pustaka

Budiday Petani. 2013. Cara Budidaya Buah Nangka. Diakses pada 28 juli 2018. https://www.budidaya-petani.com/2013/03/nangka.html

Dinas Pertanian D.I Yogyakarta. Februari 2000. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk). Diakses pada tanggal 28 juli 2018. http://distan.jogjaprov.go.id/wp-content/download/buah/nangka.pdf

Leave a Reply