Budidaya Pakcoy dalam Pot

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Pakcoy berasal dari China dan telah dibudidayakan setelah abad ke-5 secara luas di China selatan dan China pusat serta Taiwan. Saat ini pakcoy dikembangkan secara luas di Filipina, Malaysia, Indonesia dan Thailand.

Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman pakcoy dapat tumbuh baik di tempat yang bersuhu panas maupun bersuhu dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Tanaman pakcoy tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Pakcoy tumbuh optimum pada tanah yang memiliki pH 6,0-6,8. Lokasi yang diperlukan merupakan lokasi terbuka dan drainase air lancar

Persemaian

Biji pakcoy berukuran kecil sehingga perlu disemai dahulu sebelum ditanam secara luas. Wadah persemaian berupa polybag, kotak kayu atau kotak plastik. Benih disemai dalam baki plastik atau kayu  yang diberi media semai setebal ± 3 cm. Media tumbuh merupakan campuran pupuk kandang atau kompos halus dengan tanah berbanding 1:1. Media tumbuh dibasahi secukupnya secara merata, kemudian benih disebar secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm. Setiap lubang tanam diisi dengan 1-2 biji pakcoy. Pada persemaian pakcoy, bibit siap dipindahkan ketika berumur 14-21 HSS (Hari Setelah Semai) atau daunnya berjumlah sekitar 4-5 helai

Penanaman

Tanam bibit pakcoy yang telah siap pindah tanam ditanam dalam pot berisi tanah, cocopeat, sekam dengan perbandingan (2:1:1). Sebelum menanam siram media tanaman dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air). Siram tanaman secukupnya. Setelah penanaman juga disiram dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air) secukupnya.

Pemeliharaan

Adapun pemeliharaannya meliputi pengairan, pemupukan susulan, penyiangan, pembumbunan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang sering menyerang tanaman pakcoy seperti, ulat tanah, ulat jengkal, siput, penyakit bercak daun, penyakit daun kuning dan penyakit mozaik. Kemudian untuk penyiraman sebaiknya dilakukan saat pagi dan sore hari. Pakcoy memerlukan pengairan yang cukup selama pertumbuhannya serta dilakukan penyiangan apabila banyak tumbuh gulma.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman pakcoy dalam pot, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman pakcoy dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan 10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 14 liter air disiramkan pada tanaman untuk lahan seluas 70 tanaman pakcoy dalam pot.
  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman pakcoy dalam pot dan 14 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.

Panen

Panen dan pasca panen pakcoy dapat dipanen ketika daunnya telah lebar dan batangnya lebih berwarna putih. Pakcoy siap dipanen pada umur sekitar 20 HST (Hari Setelah Tanam) atau 22-30 HSS (Hari Setelah Semai). Ciri-cirinya yaitu daun sawi dewasa berbentuk oval melebar, tangkai daunnya berwarna hijau cerah, bentuknya relative pendek, jauh berbeda dengan sawi yang berukuran panjang. Panen dengan cara memotong pangkal batang menggunakan pisau tajam. Pakcoy yang telah di panen dicuci untuk membersihkan sisa tanah dan membuang daun tua yang rusak, ditiriskan di rak yang ditempatkan di ruangan teduh dan dikemas untuk dipasarkan ataupun dikonsumsi pribadi.

Sumber Pustaka

Haryanto, 2001. Pakcoy dan selada. Penebar sawadaya. Jakarta.

Leave a Reply