Budidaya Sawo

Sawo merupakan tanaman buah yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico, dan Hindia Barat. Sedangkan di Indonesia tanaman sawo sudah lama dikenal dan dibudidayakan. Tanaman sawo dapat tumbuh dengan baik ketika dibudidayakan di tempat dengan ketinggian 900-2500 mdpl. Jenis tanah yang baik bagi tanaman sawo adalah tanah alluvial dan tanah berpasir, tetapi tanaman sawo juga dapat tumbuh di tanah dengan tekstur liat, asalkan drainase dari tanah tersebut baik. Curah hujan yang baik bagi tanaman sawo sekitar 2000-3000 mm/tahun dengan suhu 22-32℃.

Pembibitan

Pembibitan tanaman sawo dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui biji, menyambung, dan cangkok. Bibit yang berasal dari biji memiliki keunggulan yaitu perakaran yang kuat dan dalam ,tetapi pohon akan berbuah lebih lama (± 7 tahun) dan perbanyakan melalui biji akan menghasilkan sifat yang berbeda dengan induknya.  Pembibitan dengan cara menyambung memerlukan bagian bawah dan atas dari batang sawo dan cara ini cukup rumit untuk dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Perbanyakan tanaman sawo dengan cara mencangkok paling umum dan banyak dilakukan oleh masyarakat. Kelemahan dari cara ini adalah sistem perakaran yang tidak kuat, tetapi memiliki keuntungan antara lain, mempercepat kemampuan tanaman untuk berbuah, dapat dipastikan bahwa sifat genetik akan sama dengan induknya. Tahap-tahap perbanyakan tanaman sawo dengan cangkok, dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pilih cabang yang memenuhi persyaratan, yaitu berukuran besar, tidak terlalu muda atau tua, pertumbuhannya sehat dan tidak cacat dengan diameter 0,5-2 cm atau lebih kurang sebesar pensil, sebaiknya warna kulit batang sudah coklat yang menunjukkan batang yang akan digunakan sudah cukup tua.
  2. Sayat cabang dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Kemudian kulit dikelupas sehingga bagian kambium yang tampak seperti lendir kelihatan dengan jelas. Kambium dibuang dengan cara dikerok dengan mata pisau sampai kering (Gambar 4a).
  3. Olesi bagian atas keratan dengan zat pengatur tumbuh seperti Rootone-F yang diberikan dalam bentuk pasta.
  4. Siapkan dan atur lembaran plastik yang sudah dibelah beserta media berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1:1). Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah, kemudian diikiat dengan tali plastik atau tali rafia (Gambar 4b)
  5. Tutup bekas sayatan dengan media cangkok, media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai menutupi bagian atas luka keratan
  6. Rawat cangkokan dengan cara disiram setiap hari.
  7. Cangkokan akan berakar 4 bulan setelah pencangkokan, dan siap dipisahkan dari pohon induknya, serta dapat ditanam langsung di lapangan atau dirawat di dalam polibag.

Pemeliharaan Pembibitan

Pemeliharaan pada bibit tanaman sawo dapat dilakukan dengan menyiram bibit secara rutin sebanyak 1-2 kali sehari untuk memelihara kelembapan tanah dan ketersediaan air yang diperlukan oleh bibit tanaman sawo. Pemupukan pada tanaman sawo yang masih muda juga sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pemupukan dapat dilakukan 1-3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik cair. Pelihara bibit sawo hingga cukup besar (30-100 cm) untuk siap ditanam.

Penanaman

Untuk mendapatkan produksi buah yang banyak sebaiknya penanaman dilakukan di kebun agar dapat menanam lebih dari satu pohon. Tanaman sawo memiliki batang yang besar dan tajuk yang lebar sehingga memerlukan jarak tanam yang tidak terlalu rapat.  Jarak tanam yang baik bagi tanaman sawo adalah 12×12 m. jarak tanam yang lebar akan membuat tanaman sawo tumbuh secara optimal.

Penanaman sawo sebaiknya dilakukan pada musim penghujan agar mempermudah dalam proses pembuatan lubang tanam. Lubang tanam yang digunakan berukuran 60×60 cm dan tanah yang digunakan dalam penanaman harus gembur karena akar dari tanaman sawo yang masih sangat lemah. Tanah galian bagian atas ± 30 cm dipisahkan dengan tanah bagian bawah dan dicampurkan dengan pupuk organic padat. Pupuk organic padat ini berfungsi sebagai pupuk dasar. Selama dua minggu lubang tanam dibiarkan terjemur sinar matahari, bila bibit telah siap dapat ditanam langsung dilubang tanam.

Pemeliharaan Tanaman

Setelah satu sampai dua bulan tanam perlu adanya penyiangan bagi tanaman sawo. Kegiatan penyiangan meliputi pembersihan rumput dan gulma yang ada di sekitar pohon agar tidak terjadi persaingan dalam penyerapan nutrisi. Gangguan parasit atau benalu juga perlu diperhatikan agar tanaman tetap dapat tumbuh secara optimal. Selain penyiangan pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah pembumbunan. Pembumbunan adalah kegiatan menggemburkan tanah disekitar tanaman sawo untuk memperkokoh batang tumbuhnya.

Ketika tanaman sawo sudah mulai berbuah perlu dilakukan pemupukan dengan menggunaman pupuk organic padat. Hal tersebut bertujuan agar produktivitas dari tanaman sawo tidak menurun. Penyiraman tanamn sawo dapat dilakukan minimal dua minggu sekali, sampai tanaman berumur 3-4 tahun, semakin tua tanaman, maka semakin tahan akan kekeringan. Pemangkasan pada tanaman sawo juga harus rutin dilakukan agar mengutangi tingkat penguapan dan memelihara tanaman agar tidak terlalu tinggi.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh organik, dan nutrisi buah organik. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman sawo dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk  aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Keterangan dosis ditunjukan dalam tabel berikut:

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  • Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.
  • Nutrisi Buah Organik. Penggunaan nutrisi buah organik setiap satu bulan sekali. Larutkan pupuk ke dalam air secukupnya, sehingga dapat disiramkan di sekeliling batang tanaman. Untuk tanaman yang tanah kurang baik, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali selama 6 bulan atau sampai tanaman menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah itu lakukan pemupukan setiap 1 bulan sekali. Untuk dosis disesuaikan dengan diameter batang, seperti yang ditunjukan dalam tabel berikut:

Panen

Tanaman sawo yang dibudidayakan melalui cangkok rata-rata akan mulai berbuah saat sudah berumur 6-7 bulan tergantung pada pertumbuhan setiap varietas dan pemeliharaan tanaman. Buah sawo terkadang matang tidak serempak sehingga pemanenan dilakukan dengan bertahap dengan cara memilih buah yang sudah menunjukkan ciri fisiologis, seperti kulit berwarna coklat muda, daging buah agak lembek, mudah dipetik dari tangkainya, serta getah yang relatif sedikit.

Sumber Pustaka

Efandi, D. 2008. Budidaya Tanaman Sawo. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan Pengembangan Pertanian.

Kusmiyati, E,D. Trinawati, S. Ambarwati, E. Kajian Budidaya dan Produktivitas Sawo (Manilkara zapota (L) van Royen) Di Dusun Pasutan, Bogoran dan Pepe, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Vegetalika: vol. 3. No. 1, 2014

Leave a Reply