Budidaya Selada Keriting Merah dalam Pot

Selada keriting merah memiliki digemari karena tekstur dan rasa daun selada klasik Italia ini lembut dan sedikit renyah. Sering digunakan dalam salad untuk memberikan presentasi yang menarik. Syaratnya tanah untuk tanaman selada keriting merah tersebut harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak mudah menggenang (becek). Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini pH antara 5,0-6,8. Tanaman selada keriting merahmembutuhkan lingkungan tempat tumbuh yang beriklim dingin dan sejuk, yakni pada suhu udara antara 15-20℃. Persyaratan iklim lainnya adalah faktor curah hujan. Selada keriting merah tidak atau kurang tahan terhadap hujan lebat. Oleh karena itu, penanaman selada keriting merah dianjurkan pada akhir musim hujan.

Persemaian

Biji selada keriting merah berukuran kecil sehingga perlu disemai dahulu sebelum ditanam. Wadah persemaian dapat berupa polybag, kotak kayu atau kotak plastik. Benih disemai dalam tempat persemaian yang diberi media semai setebal ± 3 cm. Media tumbuh merupakan campuran pupuk kandang atau kompos halus dengan tanah berbanding 1:1. Media tumbuh dibasahi secukupnya secara merata, kemudian benih disebar secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm. Setiap lubang tanam diisi dengan 1-2 biji selada keriting merah. Pada persemaian selada keriting merah, bibit siap dipindahkan ketika berumur 14-17 HSS (Hari Setelah Semai) atau daunnya berjumlah sekitar 4-5 helai.

Penanaman

Tanam bibit selada keriting merah yang telah siap pindah tanam ditanam dalam pot berisi tanah, cocopeat, sekam dengan perbandingan (2:1:1). Sebelum menanam siram media tanaman dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air). Siram tanaman secukupnya. Setelah penanaman juga disiram dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air) secukupnya.

Pemeliharaan

Adapun pemeliharaannya meliputi pengairan, pemupukan susulan, penyiangan, pembumbunan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang sering menyerang selada keriting merah, seperti: ulat tanah, kutu daun, bercak daun, busuk rizoma, busuk daun, busuk basah, dan penyakit mosaik. Kemudian untuk penyiraman sebaiknya dilakukan saat pagi dan sore hari. Selada keriting merah memerlukan pengairan yang cukup selama pertumbuhannya serta dilakukan penyiangan apabila banyak tumbuh gulma.

Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selada keriting merah dalam pot, maka perlu untuk dilakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman selada keriting merah dari masing-masing yaitu :

  • Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan 10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 14 liter air disiramkan pada tanaman untuk lahan seluas 70 tanaman selada keriting merah dalam pot.
  • Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau digemborkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman selada keriting merah dalam pot dan 14 hari setelah tanam dilakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.

Panen

Tanaman selada keriting merah yang ditanam dalam pot dapat dipanen pada 28-40 hari setelah pindah tanam. Cara panen selada keriting merah yaitu dengan memilih tanaman yang sudah siap panen melihat fisik tanaman selada keriting merah seperti warna, bentuk dan ukuran daun dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya.

Sumber Pustaka

Gardner, F.P., R.B. Pearce and R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. (Physiology of Crop Plants, alih bahasa: H. Susilo). Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Haryanto. 2001. Pakcoy dan Selada. Penebar Sawadaya. Jakarta.

Leave a Reply