Budidaya Stroberi

Stroberi merupakan tanaman buah berupa herbal yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Budidaya stroberi sangat cocok dilakukan di tempat dalam lingkup dataran tinggi. Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1000 – 1500 mdpl. Tanaman stroberi umumnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Tanaman stroberi dapat tumbuh baik di daerah dengan curah hujan 600 – 700 mm/tahun. Stroberi sangat menyukai suhu udara relative dingin dengan sinar matahari tidak terlalu kuat. Kelembaban yang baik untuk budidaya stroberi antara 80% – 90%. Penyinaran matahari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman stroberi adalah 8 – 10 jam/hari.

Pembibitan

Pembibitan tanaman stroberi dapat dilakukan melalui benih, stolon, dan kultur jaringan. Cara pembibitan dengan benih jarang dilakukan karena membutuhkan waktu cukup lama dan biasanya dilakukan pembibitan melalui benih hanya untuk menguji silangan-silangan baru. Sedangkan perbanyakan dengan kultur jaringan dilakukan dengan menggunakan bagian kecil dari tanaman dan perbanyakan ini dilakukan di dalam laboratorium. Jadi, berdasarkan uraian maka yang memungkinkan dilakukan perbanyakan oleh masyarakat umum yaitu melalui stolon. Stolon merupakan sulur yang keluar dari tanamann dan terdapat anakan. Anakan dari stolon inilah yang kemudian digunakan sebagai bibit. Perbanyakan dengan stolon merupakan cara yang paling mudah dan investasinya relative rendah.  Tahap-tahap perbanyakan dengan stolon dijelaskan sebagai berikut :

  1. Tanam anakan stolon pertama yang telah berumur 2 minggu di dalam polibag berisi tanah, cocopeat, sekam dengan perbandingan (1:1:1). Sebelum menanam siram media tanaman dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air). Diameter polibag 14 cm dan tinggi 15 cm. Lubangi polibag dibagian sisi samping dan bawah untuk tempat keluarnya akar.
  2. Siram dengan air yang sudah di campur pupuk organik padat (1 sendok makan pupuk organik padat untuk 2 liter air). Penyiraman dilakukan dua kali sehari dengan dosis 100 ml setiap tanaman. Dengan penyiraman secukupnya, tunas akan tumbuh baik hingga berakar. Sekitar 2 minggu kemudian, akar akan keluar dari lubang-lubang polibag.
  3. Gunting atau pisahkan anakan stolon yang telah berakar dari induknya.

Penanaman

Stroberi dapat ditanam langsung di rak pertanaman atau tidak langsung, yaitu melalui pesemaian terlebih dahulu. Penanaman secara tidak langsung dimaksudkan untuk mencegah adanya tanaman mati padA arak pertanaman sehingga pertumbuhan tidak seragam. Bibit ditanam terlebih dahulu di polybag kecil. Setelah umur tanaman 2 minggu dan tampak sehat, dapat langsung dipindahkan ke polibag besar. Berikut ini penjelasan dua cara system penanaman:

  1. Sistem Penanaman Langsung
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman sesuai panjang akar.
  • Keluarkan bibit dari polibag.
  • Tanam bibit tepat di tengah lubang tanam.
  • Padatkan media tanam di sekitar akar.
  • Pindahkan polibag dan tanaman ke rak penanaman.

     2. Sistem penanaman tidak langsung

  • Tanam bibit stroberi ke polibag kecil berisi media arang sekam. Usahakan leher tanaman berada di bibir polibag.
  • Tambahkan media tanam sampai polibag penuh. Setelah 2 minggu, bibit siap dipindahkan ke rak pertanaman.
  • Potong bagian bawah polibag sehingga akar tanaman dapat berhubungan langsung ke polibag besar.
  • Tanam polibag kecil ke polibag besar hingga setengah bagian.

Pemeliharaan

Untuk menjaga kualitas stroberi yang dihasilkan seluruh tanaman stroberi diganti setelah lima kali panen. Usia tanaman stroberi sekitar 20 bulan dengan siklus pertama berlangsung selama 5 bulan dan siklus kedua sampai kelima masing-masing berlangsung tiga bulan. Setiap pergantian siklus diperlukan beberapa minggu untuk persiapan penanaman berikutnya. Selain mempertahankan kualitas buah stroberi, cara ini juga sekaligus memutus siklus hama. Media dan pipa-pipa lama yang rusak diganti dan tidak digunakan lagi. Agar berhasil baik, tanaman stroberi yang sudah ditanam harus dirawat dengan intensif. Perawatan tersebut meliputi penyulaman, penyiangan, pemangkasan, pemupukan, serta penyiraman.

Pemupukan                

Pemupukan menggunakan pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan zat pengatur tumbuh organik. Adapun dosis pada tanaman stroberi dari masing-masing yaitu :

  1. Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat yaitu diberikan satu bulan sekali (sesuai dengan kondisi tanah) dan diberikan dengan cara dikocorkan dalam air untuk dosis 3 tutup botol pupuk organik padat untuk 10 liter air.              
  1. Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan dua minggu sekali dan diberikan dengan cara disiramkan pada tanaman stroberi. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair dilarutkan dalam 10 liter air disiramkan pada tanaman.
  1. Zat Pengatur Tumbuh Organik. Penggunaan zat pengatur tumbuh organik yaitu dengan cara disemprotkan larutan pada daun dan batang sampai merata setiap dua minggu sekali. Peningkatan dosis HortinD disesuaikan dengan umur tanaman, Untuk dosis penggunaan yaitu larutkan zat pengatur tumbuh organik dalam air sebanyak 1 cc setiap satu liter air.

Panen

Hasil panen untuk satu tanaman  diperlukan waktu lima bulan dan dapat berbuah 15 butir setiap tanaman. Panen  stroberi pada umumnya dibudidayakan untuk tujuan konsumsi segar dan untuk industri pengolahan. Untuk keperluan konsumsi segar lebih ditekankan pada warna, bentuk, ukuran, rasa dan aromanya. Sementara, untuk keperluan industri pengolahan ditekankan pada total produksi, warna, dan aroma buah stroberi.

 Sumber Pustaka

Budiman, S., dan Saraswati D. 2010. Berkebun Stroberi secara Komersial. Bogor: Penebar Swadaya

Leave a Reply