Budidaya Telang di Pekarangan

Bunga telang merupakan salah satu jenis dari tanaman liar merambat dan anggota dari suku polong- polongan. Bunga telang sendiri merupakan bunga yang awalnya berasal dari Asia. Kandungan senyawa bunga telang mempunyai kemampuan untuk melancarkan air seni, menghilangkan racun-racun yang terdapat dalam sistem pencernaan, melancarkan haid, membantu mengurangi jerawat, dan dapat meredakan sakit karena peradangan pada saluran pernafasan.

Bunga telang dapat tumbuh optimal serta dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi tanah berpasir, tahan terhadap kekeringan dengan curah hujan 500-900 mm per tahun dengan pH tanah 5-8. Selain itu, bunga telang mampu berkompetisi dengan gulma (tumbuhan pengganggu). Bunga telang juga cukup baik untuk dijadikan sebagai tanaman penutup tanah karena perkembangannya yang cukup cepat dan mudah (Tmannetje dan Jonesm, 1992).

Ikuti langkah atau cara menanam Bunga Telang di bawah ini

  1. Siapkan wadah persemaian dapat berupa sekaligus di polybag atau nampan semai plastik.
  2. Media tumbuh merupakan campuran sekam dengan tanah berbanding 1:2. Media semai dibuat setebal ± 3 cm.
  3. Media tumbuh dibasahi secukupnya secara merata, kemudian benih disebar secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm.
  4. Semai bunga telang pada lubang tanam yang diisi dengan 1-2 biji bunga telang. Siram setiap hari dengan air secukupnya hingga bibit bunga telang berkecambah. Setelah 3-5 hari, biji telang akan berkecambah. Kecambah bunga telang berdaun 4 atau lebih, menandakan tanaman bunga telang siap dipindahkan.
  5. Penanaman bibit 1 tanaman per lubang. Sebelum penanaman lakukan penggemburan pada tanah
  6. Buatlah tempat rambatan bunga telang atau dapat membiarkan tanaman bunga telang merambat pada pagar halaman rumah. Namun, pastikan rambatan tanaman bunga telang tidak menutupi tanaman budidaya yang lain.
  7. Panen tanaman bunga telang dapat dilakukan setiap hari ketika bunga telang mekar. Warna biru bunga telang bermekaran menandakan tanaman bunga telang telah siap untuk dipanen.

Pemupukan

Pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman kembang bulan dalam budidaya dapat dilakukan pemupukan:

Pupuk Organik Padat. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air kemudian disiramkan atau dikocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu dilakukan sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk 50 tanaman kembang bulan

Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu diberikan 7-10 hari sekali dan diberikan dengan cara disiramkan maupun disemprotkan pada tanaman. Gunakan dosis 2cc pupuk cair untuk 1 liter air yang disemprotkan pada daun atau batang mudanya.

Sumber Pustaka

Mannetje, L & Jones, RM. 1992. Plant Resources of South East Asia. No4. Forages. Wageningen, Belanda: Pudoc Scientific Publishers. Hal. 196-198

Leave a Reply