Budidaya Tembakau

Tembakau merupakan salah satu tanaman semusim yang banyak dibudidayakan petani khususnya di dataran rendah. Permintaan akan tembakau sangatlah tinggi, bahkan permintaan setiap tahunnya mengalami peningkatan yang drastis.

Tembakau sangat senstif terhadap cara budidaya, lokasi tanam, musim/cuaca, dan cara  pasca panen. Oleh karena itu, tanaman ini tidak akan menghasilkan kualitas yang sama apabila ditanam di tempat yang berbeda. Akibatnya, hanya beberapa tempat yang memiliki kesesuaian dengan kualitas tembakau terbaik. Manfaat lain dari tanaman tembakau adalah dapat di jadikan sebagai pestisida dan bahan baku obat karena kaya akan Kandungan metabolit sekunder.

Persiapan Pembibitan

Persiapan pembibitan dilakukan dengan merendam benih ke dalam larutan  pupuk organik  cair dengan takaran setengah sendok teh /liter air. Ambil benih yang berkualitas dengan cara membuang biji yang mengambang. Benih ditriskan dan diperam ke dalam media pembenihan  selama 2 sampai 3 hari. Setelah berkecambah benih siap disemaikan.

Pengolahan lahan

Sebelum memindahkan bibit ke lahan, sebaiknya lahan telah digemburkan terlebih dahulu dengan cara di luku atau di garu. Setelah itu buat bedengan dengan ukuran lebar 50 cm dan tinggi 40 cm dengan jarak antar bedengan sekitar 90 cm..

Lakukan pengapuran pada tanah apabila pH tanah masih asam dengan pembenah tanah sekitar 75 kg per 1000 meter persegi lahan bedengan. Tebar pembenah tanah di atas lahan sampai benar-benar merata.

Penanaman  dan pemeliharaaan

Jarak penanaman tembakau di lahan disesuaikan dengan tujuan dari hasil daun yang ingin didapatkan:

  • Pada jarak tanam 90 x 45 cm, akan menghasilkan daun halus
  • Pada jarak tanam 90 x 70 cm, akan menghasilkan daun tipis dan halus
  • Pada jarak tanam 90 x 90 cm, akan menghasilkan daun besar dan tebal

Perawatan dan pemeliharaan dari tembakau yaitu penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengairan, penyiraman, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama. Penggunaan pestisida juga harus sesuai dosis. Penggunaan pestisida yang berlebihan akan mengakibatkan kualitas tembakau menurun.

Pemupukan

Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman berumur 28 hari setelah tanam, dengan pupuk makro (Urea 150 kg/ha, KCL 150 kg/ha). Kemudian pemupukan dengan pupuk organik cair 1 sendok makan yang diencerkan ke dalam 20 liter air dan disiramkan ke 10 m lahan tembakau

Panen

Panen tembakau dilakukan dengan cara dipetik. Pemetikan dapat dilakukan apabila daun tembakau sudah berwarna hijau kekuningan. Daun dipetik mulai dari daun terbawah hingga paling atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada pagi hari atau sore hari serta pada saat hari yang cerah. Pemetikan dapat berselang 3 – 5 hari dengan jumlah daun untuk sekali petik adalah 2 – 4 helai daun setiap tembakau.

Leave a Reply