Budidaya Terong Putih dalam Polybag

Terong dikenal dengan nama ilmiah (Solanum melongena) merupakan tanaman asli daerah tropis yang cukup di kenal di Indonesia. Sayuran ini hampir selalu ada di pasar tani maupun pasar tradisional karena harganya cukup terjangkau. Manfaat dari terong yaitu mengandung antioksidan pencegah kanker serta mampu mengikat kelebihan zat besi yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung.

Terong putih merupakan tanaman varietas  hibrida yang biasa dikenal dengan sebutan terong kania. Bentuk fisik terong ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari terong ungu dan hijau namun dari segi rasa lebih manis, oleh karena itu banyak pengusaha yang menjual produk olahan manisan terung kania.

Persiapan Bibit

Benih di rendam dalam larutan Pupuk Organik Cair  sekitar setengah sendok teh per liter air selama 12 jam, setelah itu buang benih yang mengambang. Benih ditiriskan dan dikecambahkan dengan campuran cocopeat-sekam atau bisa juga dengan  tissue basah selama kurang lebih 3 hari, setelah berkecambah  benih siap disemai.

Media semai berupa campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 2 : 1, kemudian campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag. Penyiraman media dalam polybag dilakukan dengan penambahan larutan Pupuk Organik Padat 1 sendok makan /4 liter air. Penyiraman dilakukan secara rutin, disertai penyemprotan pupuk organik cair dengan dosis  setengah sendok teh. Tanaman mulai disiram saat berumur 7 Hari setelah penyemaian setiap 1 minggu sekali. Bibit yang sudah berumur  sekitar 1 bulan siap dipindahkan ke dalam polybag.

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman ini dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak, setelah itu segera siram tanaman. Penyulaman, bibit terong dilakukan maksimal umur 7 hari setelah tanam (HST). Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair dengan dosis setengah sendok teh saat tanaman  berumur 7 HST, 17 HST, serta pemupukan susulan umur 21 HST.

Pemupukan susulan diberikan dengan cara membenamkan di sekitar tanaman. Kegiatan perawatan seperti penyiraman, penyiangan gulma dan pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Panen

Kegiatan pemanenan terong putih dapat dilakukan mulai ±3 bulan setelah masa tanam. Waktu yang paling tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara dipetik dengan tangkainya. Terong ini tidak tahan lama, oleh karena itu terong harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Kegiatan sortasi untuk budidaya terong dilakukan berdasarkan besar kecilnya buah atau ukuran dari buah tersebut.

Leave a Reply