Budidaya Tomat dalam Polybag

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Pada fase vegetatif tanaman tomat memerlukan curah hujan yang cukup. Sebaliknya, pada fase generatif memerlukan curah hujan yang sedikit. Curah hujan yang tinggi pada fase pemasakan buah dapat menyebabkan daya tumbuh benih rendah. Tanaman tomat membutuhkan penyinaran penuh sepanjang hari untuk produksi yang menguntungkan, tetapi sinar matahari yang terik tidak disukai. Tanaman yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan ini kaya akan Vitamin C sehingga tomat juga banyak dibudidayakan skala rumah tangga atau dalam polybag.

Penyiapan Bibit Tomat di Polybag

  1. Rendam benih dalam larutan pupuk organik cair 2 cc/L air hangat selama 12 jam, buang benih yang mengambang.
  2. Tiriskan benih dan dikecambahkan dengan tissue basah selama kurang lebih 3 hari, setelah berkecambah benih siap disemai.
  3. Siapkan media semai berupa campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1
  4. Tambahkan pembenah tanah 50 gram untuk setiap 10 L media, campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai.
  5. Kemudian siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1 sdm/4 liter air, dan media siap digunakan.
  6. Pemeliharaan bibit dengan penyiraman, sesuai kebutuhan tanaman.
  7. Penyemprotan Pupuk Organik Cair dosis 2 cc/L, umur 7 HSS (Hari Setelah Semai), 14 HSS, dan 21 HSS. Bibit siap pindah tanam pada umur 25 – 30 HSS.

Pengolahan Lahan

  1. Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag.
  2. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 1.
  3. Tambahkan pembenah tanah pada polybag dengan dosis 4gram/polybag. Pemberian pupuk dasar per tanaman berupa Urea 8 gram, NPK 16 gram, Dolomit 4 gram, Pupuk Organik Padat 0,4 gram/polybag.
  4. Campur semua bahan dalam media hingga merata.
  5. Siram media dengan larutan Pupuk Organik Padat dosis 1 sdm per 20 liter air untuk 20 polybag.
  6. Aduk merata, kemudian diairi sampai jenuh.
  7. Media dalam polybag didiamkan selama 3 hari, dan siap ditanami setelah didiamkan selama 2 minggu.

Penanaman dan Pemeliharaan

  1. Penanaman dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Setelah ditanam, segera siram tanaman.
  2. Penyulaman, dilakukan maksimal umur 7 HST (Hari Setelah Tanam).
  3. Penyemprotan Pupuk Organik Cair dosis 2 cc/L umur 7 HST, 17 HST, serta pemupukan susulan umur 21 HST.
  4. Pemupukan susulan berupa Urea, NPK, Pupuk Organik Padat diberikan dengan cara membenamkan di sekitar tanaman.
  5. Penyiraman, penyiangan gulma dan pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
  6. Pemasangan ajir dilakukan segera setelah tanaman beradaptasi (7-14 HST) dan penalian pada ajir setelah tanaman bercabang.
  7. Penyemprotan Pupuk Organik Cair dosis 2 cc/L umur 27 HST, 37 HST, dan 47 HST. Perempelan tunas samping umur 20 – 25 HST.

Panen

Panen dilakukan setelah tanaman berumur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, jika ditemukan penyakit ini, segera kumpulkan dan musnahkan. Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, siap untuk konsumsi.

Leave a Reply